Umkm

Back to UMKM Articles and Publications

Delegasi Pertamuda Disambut KJRI Los Angeles, APINDO Inisiasi Kolaborasi Pengembangan UMKM Global

Delegasi Pertamuda Disambut KJRI Los Angeles, APINDO Inisiasi Kolaborasi Pengembangan UMKM Global

Inovasi Mahasiswa Indonesia Go Global, Delegasi Pertamuda Disambut KJRI Los Angeles dan Dorong Kolaborasi Pengembangan UMKM Indonesia

 

Los Angeles, Amerika Serikat, Mei 2026 – Delegasi mahasiswa Indonesia peserta Fowler Global Social Innovation Challenge (FGSIC) 2026 mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles usai mengikuti kompetisi global yang diselenggarakan di San Diego, Amerika Serikat.

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Pertamuda Seed & Scale yang bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda Indonesia agar mampu bersaing dan membangun kolaborasi di tingkat internasional melalui inovasi berbasis dampak sosial.

 

Dalam kesempatan tersebut, Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo A. Chandra, berdialog langsung dengan para mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional tersebut.

 

Para peserta mempresentasikan berbagai inovasi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan industri dan sosial di Indonesia, khususnya pada sektor perkebunan dan pertanian berkelanjutan.

 

Startup TERANGIN dari ITS berhasil meraih posisi Top 6 sekaligus peringkat ke-4 pada kompetisi Fowler GSIC 2026 melalui inovasi pembangkit listrik tenaga angin untuk pengendalian hama pertanian berbasis energi terbarukan. Sementara itu, tim Pe-NOVTRA dari PENS menghadirkan inovasi alat panen kelapa sawit portable berbasis self-charging system dengan teknologi piezoelektrik.

 

Selama proses kompetisi, para mahasiswa turut didampingi oleh tim Pertamuda Seed & Scale bersama para mentor dan praktisi industri, termasuk APINDO melalui peran Edric Chandra selaku Komite Kerjasama dan Advokasi Bidang UMKM dan Koperasi APINDO. Pendampingan dilakukan melalui program post mentoring, pelatihan persiapan kompetisi internasional, simulasi pitching, penguatan narasi bisnis dan social impact, hingga pendampingan komunikasi global.

 

Dalam pertemuan tersebut, APINDO melalui Edric Chandra juga menginisiasi diskusi kolaborasi strategis bersama KJRI Los Angeles dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles terkait pengembangan UMKM dan inovasi Indonesia agar memiliki kesiapan untuk masuk ke pasar Amerika Serikat.

 

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya membangun jalur kolaborasi yang lebih terintegrasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan ekosistem startup untuk mempercepat proses internasionalisasi produk dan inovasi Indonesia.

 

Konsul Jenderal RI menyampaikan keterbukaan untuk mendukung pengembangan inovasi mahasiswa, startup, dan UMKM Indonesia dengan mengedepankan prinsip transparansi, kecepatan, dan proteksi terhadap potensi serta kepentingan industri nasional. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses pengembangan inovasi Indonesia agar tidak hanya unggul di kompetisi internasional, tetapi juga memiliki kesiapan untuk masuk ke pasar global secara berkelanjutan.

 

“Kami sangat bangga melihat kreativitas dan dedikasi para mahasiswa Indonesia dalam menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan di tanah air. Inovasi yang mereka kembangkan tidak hanya menunjukkan kapasitas intelektual, tetapi juga kepedulian terhadap kemajuan nasional,” ujar Purnomo A. Chandra.

 

Kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan ekosistem startup dinilai menjadi faktor penting dalam mempersiapkan talenta muda Indonesia untuk mampu tampil di panggung internasional sekaligus membuka peluang publikasi, business matching, dan pengembangan akses pasar produk Indonesia di Amerika Serikat.

 

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi networking dan ramah tamah bersama perwakilan KJRI Los Angeles. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara diaspora, pemerintah, dan generasi muda Indonesia yang tengah membangun kontribusi di tingkat global.

 

Partisipasi delegasi Indonesia dalam Fowler GSIC 2026 menjadi sinyal positif bahwa inovasi mahasiswa Indonesia semakin mampu bersaing secara internasional, khususnya dalam pengembangan solusi berbasis social enterprise dan sustainable innovation.

 

 

Copied.
arrow top icon