Bank Indonesia_Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau_Peluncuran Kalkulator Hijau v.2
Thursday, 28 May 2026
Dukungan APINDO melalui Program UMKM Hijau
Melalui Program UMKM Hijau, APINDO mendukung Pedoman Implementasi Model Bisnis UMKM Berkelanjutan: Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Ronald Walla, menegaskan transparansi dan praktik keberlanjutan merupakan fondasi utama peningkatan daya saing UMKM di pasar global. Komitmen dunia usaha juga ditegaskan untuk terus mendampingi UMKM agar adaptif terhadap standar keberlanjutan yang semakin menjadi prasyarat dalam rantai nilai nasional dan global.
Aksi Mitigasi Bank Indonesia sebagai pelengkap Panduan Lestari APINDO yang di launching pada RAKERKONAS APINDO 2025. Pedoman BI menyediakan indikator terstruktur, scoring, dan metrik Eco-Adopter untuk membantu UMKM mengambil langkah awal yang terukur menuju keberlanjutan, sementara Panduan Lestari APINDO menerjemahkan hal ini ke dalam tindakan praktis yang dipimpin oleh pengusaha. Hal ini diperkuat oleh Kalkulator Hijau Bank Indonesia (Versi 2), sebagai salah satu infrastruktur pendukung keuangan berkelanjutan, yang diluncurkan pada tanggal 11 Mei 2026 di Function Room, Gedung Thamrin. Lt. 4, Bank Indonesia. Dalam hal ini, APINDO diwakili oleh Lany Harijanti, Ketua Komite Sustainability / Keberlanjutan APINDO UMKM untuk menerima penyerahan Buku Panduan Kalkulator Hijau secara simbolis.
Buku Panduan Kalkulator Hijau ini memudahkan UMKM untuk mulai mengukur emisi GHG (Greenhouse Gasses_ Gas Rumah Kaca) — awalnya Cakupan 1 dan 2, dengan jalur menuju Cakupan 3 dan seterusnya (termasuk pendekatan baru yang sering disebut sebagai Cakupan 4/emisi yang dihindari). Dengan menggabungkan metrik yang jelas dengan alat pengukuran yang mudah digunakan, APINDO membantu UMKM beralih dari kesadaran ke tindakan, meningkatkan kesiapan keberlanjutan untuk pembiayaan dan pasar.