Apindo Jatim Gelar Mountly Review UMKM Merdeka Batch 4, Dorong Digitalisasi dan Scaling Up UMKM
Tuesday, 26 May 2026Program Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) UMKM Merdeka (AUM) di tahun 2026 kembali dilanjutkan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Apindo Jatim.
Rangkaian kegiatan Mountly Review digelar Selasa (26/5/2026) dengan menghadirkan beberapa tim yang memaparkan proyeknya didepan Kepala UMKM Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo, Ronald Walla.
Fokus Program AUM di Jatim
Raka Bagus Vinaya, Koordinasi Apindo UMKM Merdeka (AUM) DPP Apindo Jatim mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tujuan program yang terdiri atas dua hal.
"Pertama pengembangan UMKM. Program ini mendorong digitalisasi dan scaling up bisnis UMKM agar lebih berdaya saing di pasar domestik dan global," kata Raka disela acara yang berlangsung di kantor Apindo Jatim kawasan Jalan Ir Soekarno, MERR Surabaya.
Kedua, program pemagangan. Mengkoordinasikan program APINDO UMKM Merdeka yang menghubungkan perguruan tinggi dan mahasiswa untuk pembinaan UMKM.
"Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus pendampingan strategis bagi UMKM binaan APINDO. Melalui program magang, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari pengelolaan produksi, branding, perizinan, hingga penguatan sumber daya manusia, sehingga memberikan manfaat timbal balik bagi mahasiswa maupun UMKM," jelas Raka.
Baca juga: DPRD Jatim : Digitalisasi Jadi Kebutuhan UMKM Naik Kelas
Dan untuk di DPP Apindo Jatim, program ini telah memasuki batch keempat. Dalam setiap batch pelaksanaan, pihaknya konsisten memberikan masukan dan koreksi atas semua kegiatan yang berlangsung antara pengusaha UMKM dan mahasiswa yang terpilih.
Ketua UMKM DPN Apindo, Ronald Walla, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menambahkan, program ini telah ada dalam program Apindo sejak tiga tahun yang lalu.
"Program magang ini hampir ada di semua negara maju dengan tujuan mereduce management traineer. Membentuk menjadi pengusaha yang gigih dan ulet. Resources tidak selalu berbentuk uang tapi teman, keluarga, aset diri pribadi," ungkap Ronald yang juga sebagai Direktur Utama Wismilak tersebut.
Dalam paparannya didepan peserta program AUM yang hadir, Ronald menyebut sebagai pengusaha yang dibutuhkan adalah akses pasar, informasi pasar dan lainnya.
"Kemudian perlu ekosistem enterpreneurship dan pendanaan. Bisa diusahakan dan ini juga butuh kepercayaan. Misalnya ikut organisasi apa dan lainnya," paparnya.
Usai paparan Ronald menambahkan, kagiatan AUM ini merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan lewat masing-masing DPP Apindo.
"Saat ini baru sekitar 7 hingga 11 DPP yang rutin menggelar program ini. Dan DPP Jatim termasuk yang paling konsisten," tambahnya.
Secara nasional tercatat sudah ada sekitar 1.000 kalangan mahasiswa yang mengikuti program AUM ini. Selain mahasiswa juga ada UMKM yang terlibat dalam program. Terutama di UMKM sekelas kecil dan menengah.
"Hal ini sengaja kami pilih karena para mahasiswa yang ikut program kami perlu tempat untuk magang. Jadi kami pilih UMKM yang segmen kecil dan menengah dengan kondisi mereka ada tempat untuk mahasiswa ini magang," imbuh Raka.