Umkm

Back to UMKM Articles and Publications

Kolaborasi Pertamina dan APINDO Dorong Startup Indonesia Go Global

Kolaborasi Pertamina dan APINDO Dorong Startup Indonesia Go Global

Salah satu Program Kolaborasi Pertamina dan APINDO Dorong Startup Indonesia Go Global yaitu Program Pertamuda Seed & Scale

 

Pertamuda Seed & Scale merupakan program unggulan PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada pengembangan startup mahasiswa di Indonesia. Selama lima tahun pelaksanaannya, program ini telah melibatkan lebih dari 14 ribu mahasiswa dari ratusan perguruan tinggi dan melahirkan berbagai inovasi bisnis yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

TERANGIN Tembus Top 6 Fowler GSIC 2026, Delegasi Pertamuda 2025 Sukses Singkirkan 43 Finalis dari 10 Negara

 

San Diego, Amerika Serikat, Mei 2026 – Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Startup binaan Pertamuda Seed & Scale 2025, TERANGIN dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil menembus Top 6 dan meraih peringkat ke-4 dalam ajang bergengsi Fowler Global Social Innovation Challenge (FGSIC) 2026 yang diselenggarakan oleh University of San Diego pada 1–2 Mei 2026.

 

Dalam kompetisi global tersebut, TERANGIN berhasil menyisihkan 43 finalis dari 10 negara yang menghadirkan berbagai inovasi social enterprise dari universitas-universitas ternama dunia.

 

TERANGIN menghadirkan inovasi alat pengendali hama tanaman berbasis energi terbarukan melalui kombinasi kincir angin dan panel surya. Energi yang dihasilkan digunakan untuk menyalakan lampu perangkap hama sehingga mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

 

Founder TERANGIN, Muhammad Hanif, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi internasional tersebut.

 

“Fowler Global Social Innovation Challenge mengajarkan kami banyak hal, mulai dari bagaimana membangun solusi yang relevan secara global, bertemu calon mitra dan investor internasional, hingga merasakan langsung kompetisi dengan startup dari berbagai negara yang levelnya sangat tinggi,” ujar Hanif.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan TERANGIN hingga mampu tampil di tingkat global.

 

“Alhamdulillah, rasa terima kasih kami tentu tidak cukup untuk membalas seluruh dukungan yang diberikan. Terima kasih kepada Pertamina dan Pertamuda yang telah memberikan mentoring, pendampingan, hingga dukungan penuh selama proses kompetisi berlangsung,” tambahnya.

 

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian startup muda Indonesia tersebut.

 

“Pencapaian TERANGIN di ajang global ini menjadi bukti bahwa inovasi anak bangsa memiliki daya saing tinggi dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sosial dunia. Pertamina bangga dapat terus mendukung generasi muda Indonesia untuk berani melangkah ke panggung global dan membawa dampak positif yang lebih luas,” ujar Muhammad Baron.

 

Dalam proses persiapan menuju kompetisi global ini, APINDO turut mengambil peran melalui program post mentoring dan pendampingan intensif kepada para delegasi Pertamuda. Pendampingan tersebut mencakup penguatan business narrative, social impact framework, strategi pitching internasional, simulasi tanya jawab dengan standar kompetisi global, hingga penguatan kemampuan komunikasi dan presentasi dalam bahasa Inggris.

Edric Chandra, Komite Kerjasama dan Advokasi APINDO UMKM, turut mendampingi Delegasi TOP 3 Pertamuda ke (FGSIC) 2026 tersebut.

 

Kolaborasi antara dunia industri, ekosistem kewirausahaan, dan institusi pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesiapan startup Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Semangat APINDO melalui gerakan APINDO UMKM Merdeka juga terus mendorong lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga berani membangun solusi berdampak dan tampil di panggung dunia..

 

Selain TERANGIN, Indonesia juga diwakili oleh startup Pe-NOVTRA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yang juga merupakan peserta Pertamuda Seed & Scale 2025. Meski belum berhasil melaju ke Top 6, Pe-NOVTRA turut menunjukkan inovasi potensial melalui alat panen kelapa sawit berbasis self-charging system dengan teknologi piezoelektrik.

 

Teknologi tersebut memungkinkan tekanan dan getaran mekanik dari aktivitas panen dikonversi menjadi energi listrik untuk mengisi ulang perangkat secara otomatis. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.

 

Atas pencapaiannya sebagai Top 6 sekaligus peringkat ke-4, TERANGIN memperoleh pendanaan sebesar USD 3.000 untuk mendukung pengembangan solusi yang mereka usung. Dalam kompetisi ini, Juara 1 memperoleh pendanaan sebesar USD 25.000, Juara 2 sebesar USD 15.000, dan Juara 3 sebesar USD 10.000.

 

FGSIC 2026 turut diikuti oleh berbagai universitas ternama dunia, di antaranya California State Polytechnic University, Colgate University, Michigan State University, San Diego State University, Georgetown University, hingga University of London.

 

Meskipun belum berhasil menempati posisi tiga besar, pencapaian TERANGIN sebagai Top 6 dan peringkat ke-4 menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka sebagai startup social enterprise yang berdampak. Keikutsertaan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem kewirausahaan sosial global dan membuka peluang kolaborasi internasional di masa mendatang.

 

FGSIC sendiri merupakan kompetisi global yang secara konsisten diselenggarakan sejak 2011 untuk mempertemukan startup berbasis social enterprise dari berbagai universitas dunia dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan sosial. Dalam ajang ini, para peserta mempresentasikan solusi mereka di hadapan juri, mentor, investor, dan pelaku industri internasional.

 

Copied.
arrow top icon