Umkm

Back to UMKM Articles and Publications

Kementerian UMKM Uji Coba NSPK UMKM Hijau, APINDO dan Ekosistemnya yaitu: DSC, GRI, BEDO Nyatakan Komitmen Dukungan

Kementerian UMKM Uji Coba NSPK UMKM Hijau, APINDO dan Ekosistemnya yaitu: DSC, GRI, BEDO Nyatakan Komitmen Dukungan

BANDUNG — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Uji Coba Asesmen Klasifikasi UMKM Hijau dan Penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) pada Kamis–Jumat, 25–26 Juni 2026, di Hotel Aston Pasteur, Bandung. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid — daring dan luring — ini merupakan bagian dari upaya penyempurnaan Draft Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Pengembangan UMKM Hijau sebelum diimplementasikan secara luas sebagai regulasi nasional.

Kegiatan hari pertama secara resmi dibuka oleh Bagus Rachman, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, setelah sebelumnya diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Katolik Parahyangan dan laporan pelaksanaan oleh Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah. Dalam arahannya, Bagus Rachman menegaskan urgensi kerangka standar yang terukur sebagai fondasi transformasi UMKM menuju praktik usaha berkelanjutan.

"Dengan adanya NSPK UMKM Hijau ini, kita memastikan adanya keberlanjutan dalam upaya transformasi UMKM Hijau di Indonesia."

— Bagus Rachman, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari asesmen klasifikasi UMKM Hijau adalah untuk memotret kondisi dan kebutuhan riil UMKM di lapangan secara objektif dan terukur. Hasil potret tersebut menjadi dasar bagi perancangan intervensi pendampingan yang lebih tepat sasaran ke depannya — sesuai dengan tingkat kematangan dan kebutuhan spesifik masing-masing pelaku UMKM, bukan pendekatan yang seragam.

Foto penyerahan tanda mata dan penghargaan oleh Bapak Bagus Rachman kepada Ibu Lishia Erza Bidang UMKM dan Koperasi DPN APINDO

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) hadir dalam forum ini dan turut menyatakan komitmen dukungan pada sesi Collaborative Commitment yang digelar pada hari pertama bersama Bank Indonesia, GRI (diwakili Bu Lany Harijanti, yang juga Ketua Komite Sustainability APINDO), IAMI, BEDO (dengan Ketua nya Pak Jeff Kristianto, juga Komite Penguatan Kapasitas & Ekonomi Inklusi APINDO), Diplomat Success Challenge (DSC) – diwakili Ibu Anastesya Ftaraya, juga Komite Sustainability APINDO, dan Konsorsium Intex. APINDO diwakili oleh Lishia Budiman (Erza), Bidang UMKM dan Koperasi DPN APINDO.

"APINDO melihat tren pasar dan ruang ekspor untuk Indonesia. APINDO dalam beberapa tahun terakhir sudah mendampingi teman-teman pelaku usaha untuk mendukung upaya transformasi menuju UMKM Hijau yang bekerja sama dengan GRI dan UNPAR juga."

— Lishia Budiman (Erza), Ketua Bidang Pengembangan Kewirausahaan UKM DPN APINDO

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan APINDO dalam ekosistem UMKM Hijau bukan sekadar bersifat seremonial, melainkan merupakan komitmen jangka panjang yang telah diwujudkan melalui pendampingan konkret kepada pelaku usaha, termasuk kolaborasi dengan GRI dalam penerapan standar pelaporan keberlanjutan dan kemitraan dengan UNPAR dalam penguatan kapasitas akuntansi keberlanjutan bagi UMKM.

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah uji coba pengisian Self-Asesmen UMKM Hijau, yang mencakup profil usaha dan indikator keberlanjutan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Para peserta pelaku UMKM dipandu langsung oleh Fahmi Imam Fauzy, Tim Penyusun NSPK Pengembangan UMKM Hijau dalam mengisi instrumen penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi posisi UMKM pada tier klasifikasi hijau yang telah ditetapkan dalam draft NSPK.

Asesmen ini juga bertujuan untuk menguji efektivitas, relevansi, dan kemudahan penerapan instrumen NSPK sebelum ditetapkan sebagai regulasi, sekaligus mengumpulkan masukan empiris dari pelaku UMKM, akademisi, dan pemangku kepentingan. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi kerangka Laporan Keberlanjutan oleh masing-masing peserta UMKM di hadapan panel panelis, dilanjutkan dengan kesimpulan dan rencana tindak lanjut.

Forum ini mempertemukan lintas pemangku kepentingan, mencakup pejabat Kementerian UMKM, Kementerian PPN/Bappenas, akademisi dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), serta kolaborator strategis seperti Bank Indonesia, Global Reporting Initiative (GRI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), IAMI, BEDO, Diplomat Success Challenge (DSC), dan Konsorsium Proyek Intex Indonesia–RDI. Pelaku UMKM dari berbagai daerah turut berpartisipasi sebagai peserta penyusunan Laporan Keberlanjutan baik hadir langsung di lokasi maupun secara online melalui platform Zoom Meeting.

Copied.
arrow top icon