Umkm

Back to UMKM Articles and Publications

APINDO: Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Hijau melalui Penyelarasan Standar, Pembiayaan, Pendampingan, dan Transisi Energi

APINDO: Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Hijau melalui Penyelarasan Standar, Pembiayaan, Pendampingan, dan Transisi Energi

Jakarta – 24 September 2026, Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO) Bidang UMKM dan Koperasi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) “Penguatan Ekosistem UMKM Hijau Indonesia” di Ruang Rapat Sekretariat DPN APINDO. Mengangkat tema “Menyelaraskan Standar, Pembiayaan, Pendampingan, dan Transisi Energi bagi UMKM”, forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ekosistem UMKM Hijau di Indonesia.

FGD ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat keterhubungan berbagai inisiatif UMKM Hijau yang telah berjalan di kementerian, lembaga, sektor swasta, mitra pembangunan, akademisi, dan organisasi pendukung usaha. Saat ini, berbagai pihak telah memiliki program, standar, instrumen pembiayaan, maupun pendampingan dengan mandat dan pendekatan yang beragam. Karena itu, diperlukan ruang koordinasi agar berbagai elemen tersebut dapat lebih terhubung dan memberikan dukungan yang lebih selaras bagi UMKM.

Dalam forum tersebut, Arief Budiman, Wakil Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO, Fahmi Fauzy,  Komite Penguatan Kapasitas dan Ekonomi Inklusi Bidang UMKM dan Koperasi APINDO berperan sebagai moderator sekaligus memimpin jalannya diskusi. FGD diawali dengan paparan mengenai kerangka kebijakan dan standar UMKM Hijau, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pembiayaan dan ekosistem pendukung, termasuk nilai ekonomi karbon, pengembangan UMKM Hijau, perlindungan lingkungan, serta pembiayaan berbasis sumber daya hayati. Sesi pemantik kemudian dilanjutkan dengan diskusi terarah bersama peserta.

Melalui FGD ini, APINDO mendorong pemetaan ekosistem UMKM Hijau yang mencakup berbagai inisiatif yang telah berjalan, sekaligus menghimpun masukan untuk mengidentifikasi titik penghubung antar-elemen ekosistem. Forum juga diarahkan untuk menghasilkan ringkasan masukan, matriks rekomendasi penguatan ekosistem, serta identifikasi isu kritis yang membutuhkan pendalaman atau tindak lanjut kebijakan.

Ke depan, hasil pembahasan diharapkan dapat memperkuat kesepahaman lintas lembaga mengenai kerangka dan pendekatan pengembangan UMKM Hijau, serta membangun komitmen awal kolaborasi dengan peran dan tindak lanjut yang lebih teridentifikasi. Dengan keterhubungan yang lebih baik antara standar, pembiayaan, pasar, pendampingan, dan transisi energi, ekosistem UMKM Hijau diharapkan dapat berkembang secara lebih terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas pelaku usaha.

Pembahasan melibatkan perwakilan dari berbagai institusi, antara lain Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Instellar, Impala Network, Asian Development Bank, GIZ, INDEF, Koalisi Ekonomi Membumi, ISEI, UIII, dan Rebricks. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif kebijakan, pembiayaan, standar, lingkungan, pengembangan usaha, hingga kebutuhan pelaku UMKM Hijau.

APINDO terus mendorong kolaborasi dunia usaha dan pemangku kepentingan untuk memperkuat transformasi UMKM menuju usaha yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu merespons perkembangan ekonomi hijau.

Copied.
arrow top icon