Media

Back to Media

APINDO-ILO Berbagi Pengalaman Program Pemberdayaan Perempuan

APINDO-ILO Berbagi Pengalaman Program Pemberdayaan Perempuan

APINDO melalui Bidang UMKM dan Koperasi berbagi pengalaman dan praktik yang dilakukan dalam mendorong pemberdayaan perempuan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Rabu (4/2/2026) di kantor APINDO. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan antara APINDO dan perwakilan International Labour Organization (ILO) terkait penguatan kewirausahaan dan ketenagakerjaan perempuan.

 

Project Manager ILO Djauhari Sitorus, menyampaikan bahwa ILO memiliki program Women Entrepreneurship (WE) yang menjadi wadah penting dan wujud dukungan konkret bagi wirausaha perempuan melalui penciptaan lapangan kerja, pelatihan intensif, serta akses pembiayaan yang inklusif, termasuk kerja sama dengan perbankan. Program-program tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha perempuan di tingkat lokal. Sejalan dengan itu, Technical Officer Women’s Entrepreneurship Development, ILO Enterprises Department, Sara Andersson,  menjelaskan bahwa program WE telah dijalankan di lebih dari 20 negara, dengan fokus pada penguatan jejaring anggota pengusaha perempuan serta peningkatan kapasitas usaha agar mampu naik kelas dan berdaya saing.

 

Dari sisi dunia usaha, Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Ronald Walla menegaskan komitmen APINDO dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif melalui berbagai inisiatif, seperti program magang bersama UMKM dan APINDO UMKM Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis praktik langsung di lapangan. Sementara itu, Anggota Komite Kerja Sama dan Advokasi bidang UMKM dan Koperasi APINDO Edric Chandra menyoroti isu tingginya tingkat turnover pekerja perempuan serta pentingnya program capacity building, peningkatan literasi keuangan, dan pemanfaatan layanan perbankan digital. Upaya ini dinilai dapat membantu pelaku usaha perempuan untuk melakukan scale up bisnis secara lebih percaya diri dan berkelanjutan.                                                                                                                                                                                                                                                 

Lebih lanjut, Direktur Riset dan Komunikasi APINDO Denis Dimas Permana menjelaskan peran perempuan dalam UMKM Indonesia sangat dominan, namun belum diikuti dengan akses yang memadai ke rantai nilai global. Saat ini, 64% UMKM di Indonesia dipimpin oleh perempuan, jauh di atas rata-rata global. Selain itu, hanya 7% UMKM yang terhubung ke rantai pasok domestik dan 4,1% ke rantai nilai global. Bahkan, 88% UMKM belum pernah mengekspor, sehingga kontribusinya terhadap total ekspor nasional masih terbatas di 15,7%.

 

APINDO mencatat hambatan utama yang dihadapi UMKM perempuan meliputi keterbatasan akses pembiayaan, pasar, teknologi, serta penguatan kapasitas usaha. Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, APINDO berharap upaya pemberdayaan perempuan di sektor UMKM dapat terus diperkuat sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Acara audiensi ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif APINDO Rudolf Saut, Communication Officer ILO Adelin Alexandra, dan National Project Officer ILO Arief Umar.

Copied.

Another News

No Publishing Date Topic
News Lists
1 Thursday, 11 September 2025 APINDO Bekasi: Efficiency Yes, Layoffs No
2 Tuesday, 23 September 2025 After IEU-CEPA Negotiations, APINDO Chairperson Engages in Dialogue with APINDO Bali
3 Wednesday, 30 April 2025 Kartini Day: APINDO Bali Hosts Seminar to Address the Dynamics of the Digital Era
arrow top icon