APINDO Dorong Kelulusan UMKM dalam Sustainability Reporting, Perkuat Daya Saing Berkelanjutan
Wednesday, 11 February 2026
Sebanyak 151 UMKM resmi lulus dalam Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Sustainability Reporting Graduation 2026, Rabu (11/2/2026) di kantor APINDO. Kelulusan ini menandai keberhasilan para peserta menerbitkan Laporan Keberlanjutan setelah mengikuti rangkaian pelatihan intensif sepanjang Agustus–Desember 2025 dalam rangka penguatan praktik bisnis berkelanjutan di sektor UMKM.
Program MSME Sustainability Reporting merupakan hasil kolaborasi antara APINDO dengan Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Global Reporting Initiative (GRI), Universitas Katolik Parahyangan Bandung, BEDO, ABDSI, Diplomat Success Challenge, serta Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO). Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong UMKM naik kelas melalui tata kelola yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Ronald Walla, menegaskan transparansi dan praktik keberlanjutan merupakan fondasi utama peningkatan daya saing UMKM di pasar global. Komitmen dunia usaha juga ditegaskan untuk terus mendampingi UMKM agar adaptif terhadap standar keberlanjutan yang semakin menjadi prasyarat dalam rantai nilai nasional dan global.
Rangkaian graduation turut diisi panel diskusi dan talkshow dengan narasumber Bagus Rachman (Kementerian UMKM), Martoni Ariadirja (SECO), Jeff Kristanto (BEDO), Irwanda Wisnu Wardhana (BRIN), serta Mega Ramadhanty Chalid (Bank Indonesia). Para pembicara menyoroti arah kebijakan pemerintah dan mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, serta akses pembiayaan dan pasar bagi UMKM melalui penerapan praktik keberlanjutan.
Sustainability Reporting menjadi alat strategis bagi UMKM untuk mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terukur, sekaligus memperkuat tata kelola dan kepercayaan pasar. Di tengah meningkatnya tuntutan keberlanjutan, kelulusan 151 UMKM ini menegaskan bahwa praktik berkelanjutan bukan hanya domain perusahaan besar. UMKM Indonesia menunjukkan kesiapan untuk lebih transparan, tangguh, dan kompetitif dalam ekonomi yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.