APINDO dan Agrinas Bahas Peran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebagai Kanal Distribusi Produk Industri dan UMKM
Friday, 13 March 2026
APINDO menggelar pertemuan dengan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Jumat (13/3/2026) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa KDKMP dirancang sebagai ekosistem distribusi modern yang menghubungkan produsen, UMKM, dan konsumen secara lebih efisien.
Menurut Joao, KDKMP dikembangkan sebagai koperasi yang dikelola secara profesional dengan tujuan memperkuat distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli. Model bisnisnya dibangun melalui basis pelanggan yang loyal, sehingga sebagian besar manfaat ekonomi dari kegiatan koperasi dapat kembali kepada masyarakat.
“KDKMP akan menjadi titik temu antara produsen dan konsumen, sehingga dapat menciptakan harga yang lebih adil sekaligus memperkuat rantai pasok domestik,” ujar Joao.
Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, obat-obatan, LPG, serta kebutuhan rumah tangga lainnya, KDKMP juga akan membuka ruang bagi produk UMKM yang memiliki potensi pasar dan kesinambungan produksi. Dalam skema distribusinya, produk dari para prinsipal akan disalurkan melalui pusat distribusi bernama TORASERA (Toko Rakyat Serba Ada) sebelum sampai kepada konsumen. Satu pusat distribusi Tora Sera diproyeksikan dapat melayani sekitar 400–600 KDKMP dalam satu kabupaten/kota, namun bergantung pada geografi dan jumlah penduduk yang ada.
Selain melayani konsumen ritel, pusat distribusi tersebut juga dirancang untuk memasok kebutuhan restoran serta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah. Melalui sistem ini, diharapkan distribusi pangan dapat berlangsung lebih efisien serta membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga. Sebagai tahap awal implementasi, program KDKMP akan diuji coba di beberapa daerah di Jawa Timur, dengan lokasi terdekat di wilayah Lamongan setelah Lebaran.
Joao juga menegaskan bahwa fokus utama pengembangan KDKMP saat ini tidak hanya pada pembangunan fisik koperasi, tetapi juga memastikan produk yang disalurkan benar-benar dapat terserap pasar dan terjual secara efektif kepada masyarakat yang merupakan anggota KDKMP. Dalam konteks tersebut, Agrinas telah membuka komunikasi dengan sejumlah perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) untuk membahas skema harga serta mekanisme distribusi.
Selain produk dari industri besar, KDKMP juga diharapkan menjadi wadah pengembangan UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang. Namun demikian, Joao menekankan pentingnya menjaga konsistensi produksi serta kualitas produk agar UMKM mampu bersaing dan berkelanjutan dalam pasar.
Dari sisi sistem keuangan, seluruh transaksi dalam ekosistem KDKMP akan dilakukan secara terpusat melalui satu rekening yang dikontrol oleh Kementerian Keuangan. Koperasi di tingkat daerah tidak diperkenankan memegang dana lebih dari 12 jam, sebagai bagian dari mekanisme pengawasan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menyampaikan kesiapan APINDO untuk mendukung penguatan kapasitas UMKM melalui berbagai program capacity building, termasuk melalui jaringan APINDO di berbagai daerah, agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang pasar yang tercipta dari ekosistem KDKMP. Shinta berharap anggota APINDO dapat berpartisipasi dalam mendukung implementasi KDKMP, khususnya dalam memperkuat rantai pasok produk industri dan UMKM.
“Melalui pertemuan ini, kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai konsep KDKMP serta klarifikasi atas berbagai informasi yang sebelumnya beredar. Ke depan, APINDO siap memberikan masukan serta melanjutkan komunikasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar Shinta.
Selain berdiskusi, perwakilan APINDO juga meninjau Command Center yang digunakan untuk memantau kesiapan implementasi KDKMP di berbagai provinsi di Indonesia.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus APINDO lainnya, antara lain Wakil Sekretaris Umum APINDO Lucia Karina, Ketua Bidang Industri Manufaktur Adhi Lukman, Ketua Komite Perkebunan Bidang Pertanian dan Kehutanan Harry Hanawi, serta Anggota Komite Kerja Sama dan Advokasi Bidang UMKM dan Koperasi Edric Chandra.