Umkm

Back to UMKM Articles and Publications

APINDO dan Kemenpora Jajaki Kolaborasi Pengembangan Kepemudaan dan Wirausaha

APINDO dan Kemenpora Jajaki Kolaborasi Pengembangan Kepemudaan dan Wirausaha

APINDO menerima audiensi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) guna menjajaki peluang kolaborasi pengembangan kapasitas pemuda melalui program pemagangan, peningkatan keterampilan, hingga akses wirausaha, Rabu (20/6/2026) di ruang rapat sekretariat DPN APINDO. 

Asisten Deputi Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Kemenpora, Rinilda menjelaskan, bonus demografi harus menjadi aset masa depan yang dikelola secara optimal. Saat ini, kelompok usia pemuda 16–30 tahun mencapai 66.83 Juta, 23.5 persen dari total populasi Indonesia, sehingga perlu didorong melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda dan penciptaan ruang pengembangan kompetensi.

Menurutnya, industri olahraga menjadi salah satu sektor yang menjanjikan bagi generasi muda. Kemenpora juga sedang menyiapkan program pemagangan pada September mendatang bagi pemuda usia 18–30 tahun dengan melibatkan 3–5 organisasi kepemudaan. Program ini diarahkan agar peserta dapat magang selama 1–3 bulan di perusahaan untuk mendapatkan pendidikan character building, menambah pengalaman, membuka jejaring, hingga memperoleh akses pinjaman modal lunak. 

“Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang recruitment, channelling, capacity building, sekaligus membangun database SDM muda terampil yang siap terhubung dengan kebutuhan industri,” ujar Rinilda.

Sementara itu Ketua Bidang UMKM & Koperasi APINDO, Ronald Walla menjelaskan bahwa APINDO sudah memiliki program pemagangan APINDO UMKM Merdeka (AUM) yang sudah berjalan 3 tahun terakhir. Program unggulan APINDO ini memberikan dampak positif bagi para pesertanya yang merupakan para mahasiswa dengan menggandeng KEMENDIKTI, KEMENAG dan kampus-kampus di daerah melalui DPP APINDO di berbagai provinsi. 

“Setiap semester, sekitar 50-70 UMKM dibina dengan dukungan biaya pendampingan Rp 6–7 juta per UMKM untuk mahasiswa semester lima ke atas. Fokusnya bukan sekadar magang, tetapi transfer ilmu sebagai konsultan bisnis melalui onboarding, mentoring, hingga graduation,” jelas Ronald. 

Di sisi lain, Ketua Komite Peningkatan Kapasitas & Ekonomi Inklusif Bidang UMKM & Koperasi APINDO, Lishia Ezra APINDO menyoroti pentingnya penajaman kompetensi melalui inkubator bisnis yang lebih spesifik, termasuk sektor green job, green business, dan blue economy, serta pemberdayaan UMKM perempuan dan penyandang disabilitas.

Lishia juga menjelaskan program APINDO lainnya yang telah berjalan, seperti edukasi kesehatan finansial bersama ILO (International Labor Organization), program pengusaha mengajar, hingga APINDO AI Challenge di sekolah dan kampus  bekerja sama dengan Microsoft dan IOE (International Of Employers) yang kini sudah diikuti 47.000 peserta.

Terkait dengan rencana program pemagangan yang akan dilakukan Kemenpora pada September mendatang, menurut Lishia masa magang ideal adalah minimal tiga bulan agar peserta memperoleh pendalaman kompetensi yang optimal. Selain itu, business matching, akses pasar, dan penguatan financial education juga perlu terus diperluas sebagai bekal pemuda memasuki dunia usaha dan kerja.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk tindak lanjut kolaborasi strategis antara APINDO dan KEMENPORA dalam mencetak generasi muda yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Ketua Bidang UMKM & Koperasi APINDO Arief Budiman dan Ketua Tim Bina Badan Usaha Kemenpora Abdullah Masud.

Copied.
arrow top icon