Audiensi DPN APINDO Dengan Badan Gizi Nasional: Membangun Kemitraan Untuk Ketahanan Gizi Nasional
Selasa, 18 Maret 2025
Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO) melakukan audiensi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan gizi nasional. Audiensi ini berlangsung di Ruang Kerja Kepala Badan, Lantai 1, Gedung E, Kompleks Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari DPN APINDO, yaitu Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) yang dipimpin oleh Sarman Simanjorang (Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga), didampingi Parlindungan Purba (Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga), Tedja Soemantri, dan Susi Ginting.
Hadir juga Bidang UMKM, audiensi diwakili oleh Lishia Erza (Ketua Komite Peningkatan Kapasitas dan Ekonomi Inklusif), sedangkan dari Bidang SDGs diwakili oleh Lucius Dinto (Ketua Komite Kesejahteraan Masyarakat). Selain itu, perwakilan dari DPP APINDO Kepulauan Riau, Stanly Rocky (Ketua DPP) dan Widianto (Pengurus DPP), turut hadir dalam pertemuan ini.
Audiensi diterima langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Ir. Dadan Hindayana, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan APINDO dan menegaskan pentingnya kemitraan dunia usaha dalam mendukung program peningkatan gizi nasional.
Dalam audiensi ini, beberapa poin utama menjadi fokus pembahasan, antara lain:
- Panduan Mitra untuk Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). APINDO dan BGN membahas mekanisme kolaborasi dalam pembangunan SPPG yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi. Berdasarkan panduan yang telah disusun oleh BGN, terdapat mekanisme administratif yang jelas untuk pengajuan calon mitra, tahapan operasional SPPG, serta sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur.
- Investasi SDM Indonesia melalui Ketahanan Gizi. Kepala BGN menekankan bahwa investasi dalam pemenuhan gizi yang optimal adalah langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
- Target Program Makanan Bergizi (MBG). Berdasarkan data BGN tahun 2024, terdapat 82,9 juta penduduk yang menjadi target program MBG. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting, mengatasi gizi buruk, serta mencegah obesitas yang semakin meningkat di berbagai kelompok usia.
- Dukungan Dunia Usaha dalam Infrastruktur dan Edukasi Pola Konsumsi. Kepala BGN menyampaikan dua harapan utama bagi APINDO sebagai mitra strategis:
- Pembangunan Infrastruktur SPPG. APINDO diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur SPPG yang saat ini memiliki target 30.000 titik di berbagai daerah.
- Pembinaan Masyarakat dalam Pola Konsumsi. Dunia usaha dapat berperan dalam edukasi masyarakat terkait penyusunan jadwal konsumsi makanan bergizi dan pemanfaatan bahan pangan lokal secara optimal. - Aspek Rantai Pasok dan Kemitraan dengan UMKM. Audiensi juga menyoroti bagaimana dunia usaha, terutama sektor UMKM, dapat berperan dalam rantai pasok makanan bergizi. APINDO siap mendorong keterlibatan lebih luas dari anggotanya untuk mendukung ketahanan gizi nasional, termasuk melalui pelatihan dan pendampingan bagi UMKM yang menjadi bagian dari sistem distribusi pangan.
Audiensi ini menghasilkan pemahaman bersama mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan ketahanan gizi nasional. APINDO menegaskan komitmennya untuk mendukung program MBG melalui keterlibatan anggotanya dalam penyediaan makanan bergizi serta membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan di sektor pangan.
Sebagai tindak lanjut, APINDO dan BGN akan membahas lebih lanjut mengenai skema investasi, distribusi, serta keterlibatan UMKM dalam program gizi nasional. Selain itu, BGN juga menyatakan kesiapan untuk menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan APINDO guna mempercepat implementasi program MBG di berbagai daerah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan program peningkatan gizi nasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.