APINDO Gelar Halal Bihalal Bersama Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Perkuat Dialog dan Kebersamaan
Thursday, 09 April 2026
APINDO menggelar Halal Bihalal bersama serikat pekerja/serikat buruh dengan suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan pada Kamis (9/4/2026) di kantor APINDO. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pengusaha dan pekerja, sekaligus memperkuat dialog sosial dalam merespons dinamika dan tantangan ketenagakerjaan nasional.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, serta jajaran pimpinan DPR RI lainnya. Dari unsur serikat pekerja hadir Ketua Umum KSPSI Moh. Jumhur Hidayat bersama Ketua Umum KSPSI Andi Gani Nena Wea, Ketua Umum KSBSI Elly Rosita Silaban, Ketua Umum ASPIRASI Mirah Sumirat, serta jajaran serikat pekerja lainnya. Sementara dari APINDO hadir Ketua Umum Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum Sanny Iskandar dan Eddy Hussy, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam, serta jajaran pengurus DPN APINDO.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum KSPSI Moh. Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang konstruktif dan setara antara pengusaha dan serikat pekerja. Ia mendorong agar berbagai isu strategis ketenagakerjaan—mulai dari outsourcing, sistem kerja kontrak, jenis pekerjaan, hingga kompensasi seperti PHK dan pesangon—dapat didiskusikan terlebih dahulu secara bersama sebelum dibawa ke ranah pemerintah maupun DPR.
Lebih lanjut, Jumhur menyoroti urgensi reformasi kebijakan pengupahan agar lebih mencerminkan rasa keadilan, serta pentingnya penguatan sistem pengawasan ketenagakerjaan dan kejelasan definisi hubungan kerja, termasuk dalam konteks model kerja berbasis digital. Ia juga menekankan perlunya kesiapan menghadapi disrupsi teknologi dan otomatisasi melalui program pengembangan keterampilan (skill development) yang terencana dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menyampaikan bahwa APINDO membuka ruang ini di “rumah APINDO” sebagai simbol kebersamaan dan keterbukaan. Ia menegaskan bahwa hubungan antara pengusaha dan pekerja tidak semata-mata bersifat formal, melainkan merupakan bagian dari satu ekosistem yang saling terhubung layaknya sebuah keluarga besar.
Shinta menekankan bahwa meskipun terdapat perbedaan kepentingan, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing. Dalam konteks tersebut, ia mengangkat semangat Indonesia Incorporated, di mana seluruh pemangku kepentingan diposisikan sebagai satu kesatuan—sebagai “pemegang saham” bangsa—yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan ekonomi nasional.
Di tengah tekanan global yang dihadapi dunia usaha, seperti kenaikan biaya bahan baku, logistik, serta dinamika geopolitik, Shinta menegaskan pentingnya membangun kepercayaan dan memperkuat kolaborasi antara pengusaha dan pekerja. “Pengusaha dan pekerja bukanlah pihak yang saling berhadapan. Tantangan kita adalah kompetisi global, sehingga kita perlu berjalan bersama, menyusun strategi, dan menghadirkan solusi secara kolektif,” ujarnya.
Dalam keynote speech, Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan apresiasi atas inisiatif APINDO yang menghadirkan ruang dialog langsung antara pengusaha dan serikat pekerja. Ia menilai langkah ini sebagai pendekatan yang konstruktif dan strategis dalam membangun kesepahaman sebelum masuk ke proses pembahasan di tingkat legislatif.
Dasco menegaskan bahwa DPR RI membuka ruang partisipasi publik secara luas dan mendorong agar hasil dialog antara APINDO dan serikat pekerja dapat menjadi masukan penting dalam proses perumusan kebijakan. Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kebijakan yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak serta tidak mengulangi dinamika masa lalu yang belum sepenuhnya diterima oleh pengusaha maupun pekerja.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Presiden terkait rencana peringatan May Day yang diharapkan dapat berlangsung lebih besar, inklusif, dan mencerminkan semangat persatuan antara pengusaha dan pekerja, meskipun terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya yang tetap perlu dihormati.
Sebagai tindak lanjut, Dasco mendorong agar momentum Halal Bihalal ini tidak berhenti pada silaturahmi semata, tetapi dilanjutkan dengan koordinasi yang lebih konkret antara APINDO dan serikat pekerja untuk merumuskan berbagai poin kesepahaman, khususnya pada isu-isu yang masih memerlukan titik temu.
Melalui forum ini, semangat kebersamaan, dialog terbuka, dan saling percaya kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam membangun hubungan industrial yang harmonis. APINDO bersama serikat pekerja berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif, berdaya saing, dan sejahtera.