Media

Kembali ke Berita

Lanjutkan Kepemimpinan, Ning Wahyu Astutik Kembali Pimpin APINDO Jawa Barat Masa Bakti 2026–2031

Lanjutkan Kepemimpinan, Ning Wahyu Astutik Kembali Pimpin APINDO Jawa Barat Masa Bakti 2026–2031

BANDUNG, 25 Juni 2026 – Musyawarah Provinsi (Musprov) X Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat yang berlangsung di eL Royale Hotel Bandung secara aklamasi kembali menetapkan Ning Wahyu Astutik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Jawa Barat untuk masa bakti 2026–2031.

 

Mengusung tema “Dari Jawa Barat untuk Indonesia: Pengusaha Kuat, Industri Hebat, Ekonomi Berkelanjutan”, Musprov X APINDO Jawa Barat menjadi forum strategis untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO, Anthony Hilman, menyampaikan bahwa Jawa Barat masih menunjukkan kinerja ekonomi yang solid. Pada tahun 2025, perekonomian Jawa Barat tumbuh sebesar 5,32 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 41,39 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

 

Dalam kesempatan yang sama, Anthony Hilman menjelaskan bahwa DPN APINDO telah menyiapkan tujuh agenda strategis nasional yang akan menjadi panduan bagi seluruh kepengurusan APINDO di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Agenda tersebut mencakup penguatan bidang ketenagakerjaan, advokasi kebijakan strategis, pengembangan investasi melalui APINDO Investment Unit, serta pembentukan Task Force Debottlenecking untuk merespons berbagai hambatan usaha secara cepat dan terukur.

 

"DPN akan selalu mendampingi dan menguatkan DPP APINDO Jawa Barat. Kita berbagi beban dan menghadapi perubahan bersama melalui semangat Indonesia Incorporated," ujar Anthony Hilman.

 

Meski demikian, kondisi ketenagakerjaan masih menghadapi berbagai tantangan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si, mengungkapkan apresiasi atas kerja dan dedikasi DPP APINDO Jawa Barat masa bakti 2021-2026.

 

“Saat ini Jabar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat memang mengalami penurunan sebesar 0,10 persen menjadi 6,64 persen pada Februari 2026. Namun, kesenjangan antara pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan masih cukup tinggi” paparnya.

 

Data aplikasi Nyari Gawe, lanjut Kadisnakertrans, menunjukkan terdapat 796.434 pencari kerja, sementara lowongan kerja yang tersedia hanya 14.642 posisi. Di sisi lain, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat 5.044 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

Dalam sambutannya, Ning Wahyu Astutik merefleksikan perjalanan kepemimpinannya selama lima tahun terakhir sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran. Menurutnya, APINDO Jawa Barat mampu berkembang menjadi organisasi yang semakin diperhitungkan berkat kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan dunia usaha.

 

"APINDO Jawa Barat harus terus menjadi bagian dari solusi. Kita menghadapi tantangan nyata seperti perlambatan ekonomi global dan hambatan operasional, mulai dari gangguan pasokan listrik yang menghentikan produksi hingga ketidakpastian regulasi terkait perizinan dan tata ruang," tegas Ning Wahyu Astutik.

Dalam musyawarah juga menghasilkan berbagai keputusan baik internal maupun eksternal serta memilih Ketua Dewan Pertimbangan yaitu Herman Widjaja Turut hadir dalam kegiatan tersebut 27 DPK APINDO dari seluruh kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Terbit Judul Berita
Daftar Berita
1 Senin, 10 Februari 2025 7 Perusahaan di Jepara Sudah Bayar Gaji Sesuai UMSK, Apindo: Itu Karena Mereka Patuh
2 Senin, 11 Agustus 2025 APINDO Sumenep Dorong DPRD Segera Bahas Perda Tata Niaga Tembakau 2025
3 Sabtu, 14 Juni 2025 Ketua DPRD Sulteng Terima Audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia
arrow top icon