APINDO Kota Yogyakarta Usung Revolusi Bisnis
Jumat, 24 Juli 2026
APINDO Kota Yogyakarta Usung Revolusi Bisnis
YOGYAKARTA – Kota Gudeg bersiap memasuki babak baru dunia usaha. Usai dilantik dalam Musyawarah Provinsi XI APINDO DIY, Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Kota Yogyakarta langsung menggebrak dengan agenda membangun harmoni bisnis sekaligus mendorong digitalisasi ekosistem usaha.
Ketua DPK APINDO Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menegaskan kepengurusan baru tidak sekadar hadir sebagai wadah pengusaha, melainkan motor penggerak transformasi ekonomi daerah. “Kami ingin menjadikan APINDO sebagai rumah solusi nyata, bukan hanya tempat berkumpul. Fokus kami adalah menciptakan keseimbangan antara kepentingan usaha dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya, Kamis (23/7/2026) di sela pelantikan.
Langkah Strategis yang Disiapkan
- Platform terpadu untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Sinergi UMKM dan startup melalui konsep “gandeng-gendong” yang menghubungkan pengusaha muda dengan pengusaha mapan.
- Transformasi digital dengan menunjuk perwakilan khusus yang berkompeten di bidang teknologi.
- Program vokasi dan pemagangan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai.
Potensi anak muda Jogja juga menjadi sorotan. Tercatat ada sekitar 4.000 freelancer IT yang akan diakomodasi dalam wadah pengembangan startup, memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat industri kreatif dan teknologi. “Kami sadar tantangan dunia usaha semakin berat, mulai dari persaingan global hingga adaptasi teknologi. Karena itu, APINDO Jogja hadir sebagai mitra strategis bagi pengusaha dan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” tambah Nur Hidayat.
Ke depan, APINDO Kota Yogyakarta berkomitmen membuka ruang dialog intensif dengan pemerintah daerah, menghadirkan pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi kemitraan bisnis, hingga layanan advokasi perizinan. Dengan gebrakan ini, APINDO Kota Yogyakarta menegaskan diri sebagai katalisator perubahan, siap membawa dunia usaha Jogja melesat ke era baru: era harmoni industri dan digitalisasi.
Sumber: bernas.id