APINDO Kalsel Hadiri Rakerkonas ke-35 di Makassar, Dorong Penguatan Organisasi dan Kolaborasi Pengusaha
Sabtu, 08 Agustus 2026
KALSEL – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadiri Rapat Kerja Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO ke-35 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2–5 Agustus 2026. Ketua DPP APINDO Kalsel, Windardi Sethiono, hadir bersama 16 orang pengurus dari DPK dan DPP APINDO Kalsel.
Rakerkonas tersebut diikuti hampir 1.000 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Ketahanan Ekonomi Nasional; Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global”, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah menteri, Wakil Ketua DPR RI beserta anggota DPR RI, gubernur, bupati, dan wali kota. Hadir pula Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla, pengusaha senior Sofjan Wanandi, serta sejumlah tokoh dan pengusaha senior dari berbagai daerah di Indonesia.
Rakerkonas menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan ekonomi terkini yang dihadapi dunia usaha, termasuk dampak kebijakan ekonomi nasional serta fragmentasi global yang turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Selain menghadirkan sesi dialog bersama sejumlah menteri dan pakar ekonomi, kegiatan juga diramaikan bazar UMKM dan perusahaan yang memperkenalkan berbagai produk serta hasil usaha. Filosofi pelaut Bugis yang dikenal mampu menghadapi gelombang dan pantang surut ketika layar telah terkembang menjadi gambaran semangat para pengusaha dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Sebesar apa pun gelombang, harus dihadapi. Karena itulah sejatinya mental para pelaut. Pengusaha pun demikian, harus mampu menghadapi segala tantangan ekonomi untuk dikelola demi kemajuan bangsa,” kata Ketua Umum DPN APINDO, Shinta W. Kamdani, dalam sambutan pembukaan.
Sementara itu, Windardi Sethiono mengaku memperoleh banyak pembelajaran dari pelaksanaan Rakerkonas tersebut. Menurutnya, berbagai materi dan pembahasan menjadi masukan penting bagi penguatan APINDO Kalsel ke depan.
Salah satu yang dinilai penting adalah pembentukan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) APINDO di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel. Langkah tersebut diperlukan agar para pengusaha dapat berhimpun dalam satu wadah yang tepat, sekaligus memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan jejaring dunia usaha.
“Idealnya seluruh pengusaha menjadi bagian dari APINDO, sehingga dapat saling menguatkan satu sama lain. Jika pengusaha benar-benar bersatu, perekonomian akan semakin maju,” ujar Windardi.
Ia menjelaskan, fokus APINDO tidak hanya pada penguatan dunia usaha, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan advokasi terhadap berbagai kebijakan yang berpotensi menghambat kemajuan dunia usaha, termasuk sektor UMKM. Menurut Windardi, kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian membuat dunia usaha membutuhkan wadah bersama untuk menghadapi berbagai tantangan.
Persaingan yang dihadapi pengusaha saat ini bukan hanya bersifat lokal, tetapi juga global. Fragmentasi global, kata dia, dapat memberikan dampak besar terhadap nilai tukar rupiah, pasokan barang akibat krisis energi, hingga dampak El Nino yang memicu kekeringan dan gagal panen.
Berbagai persoalan tersebut pada akhirnya turut memengaruhi kondisi perekonomian secara umum. “Dengan berhimpun dalam satu wadah, para pengusaha dapat saling bekerja sama dan bersama-sama menghadapi situasi yang paling sulit sekalipun,” katanya.
Dalam rapat-rapat komisi, peserta Rakerkonas juga membahas penguatan organisasi serta program kerja APINDO 2026–2027. Forum tersebut sekaligus merumuskan sejumlah rekomendasi sebagai masukan kepada pemerintah, termasuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, agar kebijakan yang diterapkan tidak semakin memperberat kondisi dunia usaha.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain kebijakan perpajakan, perizinan, pelaporan usaha, permodalan, akses kredit perbankan, pasokan bahan bakar, hingga proses birokrasi yang panjang.
Menurut Windardi, berbagai persoalan tersebut berpotensi menciptakan ekonomi biaya tinggi sehingga produk yang dihasilkan pengusaha menjadi kurang kompetitif di pasar global. “APINDO ingin membersamai pengusaha dalam menghadapi berbagai tantangan.
Rakerkonas ini merupakan bagian dari konsultasi para pengusaha agar kita mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut secara bersama-sama,” pungkas Windardi Sethiono.
Sumber: kalsel.pikiran-rakyat.com