Media

Kembali Ke Media

APINDO: Jawa Timur Pilar Ketahanan Ekonomi Regional di Tengah Ketidakpastian Global

APINDO: Jawa Timur Pilar Ketahanan Ekonomi Regional di Tengah Ketidakpastian Global

Batu - Jawa Timur dinilai menjadi salah satu pilar ketahanan ekonomi regional yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dan daya tahan perekonomian nasional di tengah tekanan global. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum APINDO, Sanny Iskandar, dalam Rakerkonprov DPP APINDO Jawa Timur, Rabu (22/4/2026) di Kota Batu, Malang.

 

Hadir dalam Rakerkonprov DPP APINDO Jawa Timur, diantaranya Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Anthony Hilman, Dewan Pertimbangan APINDO Hermawan Santoso, Wakil Ketua Bidang Investasi DPP APINDO Provinsi Bali I Wayan Sukarma.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sanny juga menyampaikan pesan Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, bahwa forum Rakerkonprov merupakan ruang strategis untuk memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian daerah. Jawa Timur dipandang memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan nasional, sehingga peran APINDO daerah menjadi penting dalam mengoptimalkan daya saing dan memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis kolaborasi.

 

Sanny Iskandar menegaskan bahwa perekonomian dan iklim berusaha pada 2026 masih berada di bawah tekanan tinggi akibat ketidakpastian global, terutama eskalasi konflik Iran dan AS–Israel. Dampaknya dirasakan langsung oleh dunia usaha melalui kenaikan harga energi dan bahan baku, inflasi, pelemahan daya beli, volatilitas rupiah, serta terganggunya rantai pasok global. Kondisi ini turut menekan biaya produksi, mengurangi kepercayaan investor, dan memperlambat aktivitas ekonomi nasional.

 

Dalam situasi tersebut, ekonomi regional menjadi penopang penting ketahanan nasional. Provinsi Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi dengan basis industri pengolahan yang kuat, investasi yang tinggi, serta kontribusi besar terhadap ekspor, agroindustri, dan ketahanan pangan. Dukungan kawasan industri strategis semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat manufaktur dan daya tarik investasi nasional.

 

Di sektor ketenagakerjaan, tantangan utama bergeser dari isu upah menuju peningkatan produktivitas. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan upah, inflasi, dan produktivitas berpotensi melemahkan daya saing usaha. Untuk itu, peningkatan kualitas SDM, kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan industri, serta penguatan keterampilan tenaga kerja menjadi langkah penting dalam menciptakan produktivitas yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam forum tersebut, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Anthony Hilman memberikan pembekalan dan penguatan organisasi di hadapan seluruh Peserta Rakerkonprov bertajuk “Eksistensi dan Peran APINDO”.

 

 

Ketua DPP APINDO Jawa Timur Eddy Widjanarko menegaskan Rakerkonprov APINDO Jawa Timur 2026 menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah nyata dalam meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian daerah. Melalui tema “Dari Upah ke Produktivitas”, APINDO mendorong kolaborasi pemerintah, pengusaha, dan pekerja guna memperkuat daya saing, efisiensi, serta kesejahteraan yang berkelanjutan. Di tengah pertumbuhan ekonomi dan investasi Jawa Timur yang tetap kuat, DPP APINDO Jawa Timur berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga iklim usaha, memperkuat industri, dan mendorong keberlanjutan investasi.

 

DPP APINDO Jawa Timur juga aktif memperkuat hubungan industrial, menjembatani hambatan investasi, memperluas akses pembiayaan, serta mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program kolaboratif. Forum Rakerkonprov diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan implementatif, memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan, serta menghadirkan solusi nyata bagi penguatan ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

 

Hadir tamu undangan diantaranya Wakil Walikota Batu Heli Suyanto,  Walikota Malang yang diwakili oleh Kepala Dinas Perijinan Kab Malang Arief Tri Sastyawan,  Wakil Bupati Kabupaten Malang Lathifah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto, Kepala BNN Kota Batu AKBP Renny Puspita, Kapolres Kota Batu diwakili kasat intelkam, Ketua KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto, DPRD Kota Batu Khamim Sudiono, Jajaran pimpinan Bank Jatim, BRI, Direktur Jatim Park Group, Perwakilan BPJS Kesehatan Kota Batu, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur, Ketua Nahdlatul Ulama Kota Batu, Ketua KADIN Kota dan Kabupaten Malang, serta para Ketua dan perwakilan asosiasi dunia usaha, REI Korwil Malang, APERSI Korwil Malang, PHRI Kabupaten Malang, HIPMI Kabupaten Malang, dan PAPTI Jawa Timur.

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Publikasi Topik
Daftar Berita
1 Senin, 19 Mei 2025 Apindo Lampung Gelar FGD, Bahas Optimalisasi Peran Pelabuhan Panjang Dukung Sistem Logistik
2 Rabu, 23 Oktober 2024 APINDO Sebut Iklim Investasi di Kota Tangerang Semakin Kondusif
3 Rabu, 20 November 2024 Gagasan Tol Layanan Publik, Apindo Sukoharjo: Bisa Beri Multiplier Effect
arrow top icon