APINDO Cilegon Dorong Pendidikan Link and Match dengan Industri
Kamis, 27 Agustus 2026
CILEGON — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Cilegon mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi yang lebih erat antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Ketua Dewan Pimpinan APINDO Kota Cilegon, Najib Hanafi, mengatakan peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, dunia usaha tidak cukup hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga perlu terlibat sejak proses pendidikan dan pelatihan.
“Peningkatan SDM ini kemudian harus melibatkan anggota APINDO Cilegon. Bentuknya bisa pendidikan dan latihan, sehingga pengusaha ikut memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Najib.
Ia menilai APINDO memiliki peran strategis untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan, baik di tingkat Kota Cilegon, Provinsi Banten maupun melalui sinergi dengan APINDO pusat.
Menurut Najib, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Dunia usaha dapat memberikan ruang bagi praktisi dan pengusaha untuk terlibat dalam berbagai program pendidikan.
“Perguruan tinggi bisa bekerja sama dengan APINDO, menghadirkan praktisi, partisipasi pengusaha dan membuat program-program yang memang dibutuhkan industri,” ujarnya.
Najib juga menyoroti pentingnya memperkecil kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu caranya adalah memperbanyak program praktik dan pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan industri.
“Link and match ini penting supaya gap-nya tidak jauh. Kurikulumnya harus diarahkan kepada kebutuhan industri, skill dan peningkatan SDM,” katanya.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Para peserta didik perlu mendapatkan pengalaman nyata melalui praktik lapangan, magang maupun pembelajaran langsung dari para pelaku industri.
“Pendidikan itu butuh talent, pengusaha, praktisi untuk mengajar. Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lapangan. Anak-anak harus mendapatkan pengalaman bagaimana kondisi lapangan yang sebenarnya,” jelasnya.
Dorongan APINDO tersebut sejalan dengan langkah Dewan Pendidikan Kota Cilegon bersama Pemerintah Kota Cilegon dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Gerakan Peduli Pendidikan Cilegon dan program Dompet Pendidikan.
Program tersebut diarahkan untuk membuka ruang gotong royong antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon Syaeful Bahri sebelumnya mengatakan, Dompet Pendidikan akan menjadi instrumen untuk menghimpun dukungan berbagai pihak bagi kebutuhan pendidikan yang belum seluruhnya dapat ditangani pemerintah.
“Kata kuncinya adalah peningkatan pertumbuhan sumber daya manusia,” kata Syaeful.
Ia menegaskan Dewan Pendidikan dapat menjadi jembatan antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, perguruan tinggi, madrasah dan masyarakat.
Sementara itu, Najib menilai keterlibatan industri melalui Dompet Pendidikan menjadi bentuk nyata tanggung jawab sosial dunia usaha terhadap peningkatan kualitas SDM di Kota Cilegon.
Ia berharap masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
“Dompet Peduli Pendidikan ini bisa menjadi sarana agar masyarakat yang tidak mampu mendapat dukungan. Industri juga turut serta memberikan kontribusi dalam proses pembiayaan pendidikan di Kota Cilegon,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi tersebut, pendidikan di Kota Cilegon diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan secara kuantitas, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga mampu memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.
Sumber: rubrikbanten.com