Media

Kembali Ke Media

Rakerkonprov APINDO Banten 2026 dan CEO Gathering Bahas Strategi Memperkuat Daya Saing Industri di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Rakerkonprov APINDO Banten 2026 dan CEO Gathering Bahas Strategi Memperkuat Daya Saing Industri di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Kabupaten Tangerang, 2 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Banten menyelenggarakan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan CEO Gathering & Economic Outlook bersama Gubernur Banten di Pre Hall PT Adis Dimension Footwear, Kabupaten Tangerang.

 

Mengusung tema "Memperkuat Daya Saing Industri Provinsi Banten melalui Sinergi Investasi, SDM, dan Transformasi Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global". Turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni beserta jajaran Forkopimda, pimpinan kawasan industri, para CEO perusahaan nasional maupun multinasional, serta seluruh pengurus DPP APINDO Banten dan delapan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) APINDO se-Banten.

 

Ketua Umum DPN APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa Rakerkonprov merupakan forum strategis untuk menyatukan arah organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

 

Menurutnya, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi dunia, meningkatnya biaya logistik, volatilitas nilai tukar, hingga mahalnya biaya pembiayaan telah memberikan tekanan besar terhadap sektor riil dan aktivitas investasi. Meski demikian, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

 

"Daya saing industri pada akhirnya diukur dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," tegas Shinta yang turut didampingi Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Darwoto, serta jajaran pengurus DPN APINDO, yaitu Lispiyatmini dan Wikan Sakarinto.

 

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Banten, Tommy Rahmatullah, menekankan bahwa kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian menuntut dunia usaha untuk tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus meningkatkan daya saing melalui kolaborasi yang semakin kuat.


"Hanya melalui kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, kita dapat menjaga iklim usaha yang sehat, luas, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten memahami berbagai tantangan yang tengah dihadapi pelaku usaha, termasuk meningkatnya tekanan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan industri maupun penyerapan tenaga kerja.

 

Ia optimistis prospek ekonomi Banten akan terus tumbuh. Hal tersebut tercermin dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten yang diperkirakan segera menembus Rp1.000 triliun, sebagai indikator besarnya potensi ekonomi daerah apabila dikelola secara optimal.

 

"Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang aman, ramah, kondusif, dan memiliki daya saing sehingga para investor memiliki kepastian dalam menjalankan usahanya," ujar Andra Soni.

 

Usai pembukaan Rakerkonprov, kegiatan dilanjutkan dengan CEO Gathering & Economic Outlook 2026 yang menghadirkan paparan mengenai kondisi ekonomi global, prospek investasi nasional, serta diskusi panel.

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Publikasi Topik
Daftar Berita
1 Sabtu, 25 Juli 2026 APINDO Papua Barat Gelar RAKERKONPROV I 2026, Bahas Penguatan Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja
2 Senin, 06 Juli 2020 RESTRUKTURISASI KREDIT, APINDO: PENGUSAHA TERKENDALA BANYAK HAL
3 Senin, 19 Mei 2025 Kadisnaker Kepri Silaturahmi ke APINDO Batam, Sharing Informasi Investasi dan Norma Ketenagakerjaan
arrow top icon