DPP APINDO Babel Menilai Dampak Kenaikan Harga BBM Paling Terasa bagi Sektor Industri
Minggu, 19 April 2026
BANGKA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APINDO Bangka Belitung (Babel), Nuradi Wicaksono, menanggapi kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dampak yang paling signifikan akan dirasakan oleh sektor industri. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi faktor utama yang memengaruhi operasional perusahaan-perusahaan di wilayah.
Meskipun demikian, bagi para pekerja, dampak ini dinilai tidak akan terlalu ekstrem karena pemerintah tetap menjamin pasokan dan ketersediaan BBM bersubsidi yang harganya tetap stabil.
"Dampak yang paling terasa memang di sektor industri, terutama karena penggunaan BBM non-subsidi. Namun, untuk pekerja, kita bersyukur pemerintah masih memberikan jaminan ketersediaan BBM bersubsidi," kata Nuradi Wicaksono kepada Bangkapos.com, Minggu (19/4/2026).
Menghadapi tantangan energi ini, Apindo Babel tidak tinggal diam. Sebuah terobosan efisiensi mulai ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan di Negeri Serumpun Sebalai.
Salah satu poin utamanya adalah mendorong implementasi, kebijakan Work From Home (WFH) bagi sektor-sektor yang memungkinkan.
"Kami menyarankan perusahaan, terutama yang tidak terkait langsung dengan pelayanan publik, untuk mulai menerapkan WFH setidaknya satu hari dalam seminggu. Ini adalah langkah konkret untuk menekan konsumsi energi dan mobilitas di tengah kenaikan harga bahan bakar," ucapnya.
Langkah penerapan WFH, mendukung program pemerintah untuk melaksanakan WFH setidaknya satu hari dalam seminggu bagi karyawan perusahaan.
Fokus utama saat ini bukan hanya pada isu BBM, melainkan pengelolaan energi secara keseluruhan agar operasional bisnis tetap terjaga tanpa membebani pekerja secara berlebihan.
"Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus memastikan keberlangsungan dunia usaha di Babel pasca kenaikan harga BBM," harapnya.
Sumber: https://bangka.tribunnews.com/