Kompak! Apindo dan Serikat Pekerja Sukoharjo Kritik Kebijakan WFH 1 Hari Sepekan
Kamis, 26 Maret 2026
SUKOHARJO – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja di Sukoharjo kompak menyuarakan kritik terhadap rencana penerapan sistem satu hari kerja dari rumah atau work from home (WFH) dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan swasta.
Penerapan skema satu hari WFH dalam sepekan dikhawatirkan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan khususnya sektor padat karya atau manufaktur.
Ketua Apindo Sukoharjo, M Yunus Arianto, mengatakan skema WFH tidak bisa diterapkan di industri padat karya atau manufaktur yang menitikberatkan pada target produksi guna menjaga keberlangsungan lini usaha.
“Skema satu hari WFH dalam sepekan, tidak bisa diterapkan di industri manufaktur atau padat karya. Sektor manufaktur erat hubungannya dengan target produksi setiap pekan dan bulan,” kata dia, Kamis (26/3/2026).
Pria yang akrab disapa Ari ini menerangkan apabila sistem satu hari kerja WFH dalam sepekan benar-benar diterapkan bagi sektor swasta terutama industri manufaktur dikhawatirkan berpengaruh terhadap produktivitas lini usaha. Hal ini berpotensi memengaruhi kondisi finansial atau keuangan perusahaan.
Padahal, industri manufaktur diandalkan dalam menopang pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. “Harapan kami, jika kebijakan itu diterapkan untuk sektor swasta maka sifatnya hanya imbauan bukan kewajiban seperti ASN,” papar dia.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo, Sigit Hastono. Menurut Sigit, pemerintah harus mengkaji ulang rencana penerapan skema satu hari WFH dalam sepekan di sektor swasta. Skema WFH dinilai hanya cocok untuk job desk karyawan administrasi. Tugas dan pekerjaan harian mereka bisa dikerjakan di rumah.
Kondisinya berbeda bagi pekerja di bagian produksi yang bertanggung jawab terhadap proses pembuatan hingga pengemasan produk di industri manufaktur. “Sektor manufaktur itu mayoritas bagian produksi. Sekitar 95 persen. Sisanya lima persen, pekerja back office atau administrasi. Jika skema satu hari WFH dalam sepekan diterapkan maka berpengaruh terhadap proses produksi perusahaan,” ujar dia.
Sumber: solopos.espos.id