Umkm

Kembali ke Artikel dan Publikasi UMKM

OJK dan APINDO Perkuat Penjajakan Kolaborasi Pembiayaan UMKM yang Inklusif dan Berkelanjutan

OJK dan APINDO Perkuat Penjajakan Kolaborasi Pembiayaan UMKM yang Inklusif dan Berkelanjutan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan APINDO menggelar diskusi daring untuk membahas penguatan ekosistem pembiayaan UMKM dan menjajaki peluang kolaborasi antara regulator dan dunia usaha pada Senin (12/10/2026). APINDO menekankan bahwa akses pembiayaan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tahap perkembangan usaha, mengingat tantangan UMKM tidak hanya mencakup keterbatasan akses kredit, tetapi juga rendahnya literasi keuangan, kapasitas pengelolaan usaha, serta keterbatasan produk pembiayaan yang sesuai kebutuhan.

Dalam diskusi tersebut, APINDO diwakili oleh Ketua Komite Peningkatan Kapasitas dan Ekonomi Inklusif Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Lishia Erza, Ketua Komite Sustainability Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Lany Harijanti, serta Direktur Eksekutif APINDO Rudolf Saut Butarbutar. 

APINDO mendorong diversifikasi pembiayaan melalui supply chain finance, asuransi perdagangan dan ekspor, serta instrumen nonbank yang inovatif untuk mendukung UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, dan menembus pasar ekspor. Upaya tersebut perlu disertai penguatan literasi dan manajemen keuangan serta pembinaan usaha yang berorientasi pasar, peningkatan skala bisnis, dan transformasi hijau.

Diskusi mengidentifikasi tiga area potensial kolaborasi OJK dan APINDO, yaitu pengembangan UMKM Hijau (Green SME), pembiayaan rantai pasok (Supply Chain Finance), dan layanan keuangan digital (Digital Financial Services). Kedua pihak juga menjajaki skema pembiayaan alternatif, termasuk first-loss guarantee, pembiayaan berbasis komunitas, serta pemanfaatan filantropi, wakaf, pasar modal, dan private credit. Melalui pertemuan lanjutan, OJK dan APINDO akan mengidentifikasi bentuk kerja sama konkret untuk memperluas inklusi keuangan dan akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan, sehingga UMKM dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Copied.
arrow top icon