Jajaki Peluang Kolaborasi dengan Kemenpora, APINDO Paparkan Program Unggulan UMKM
Selasa, 30 Juni 2026
Jakarta (17/6) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) guna memperkuat kolaborasi pengembangan kewirausahaan pemuda dan UMKM yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Pertemuan yang dihadiri Plt Deputi Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Hendro Wicaksono, Wakil Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Arief Budiman, Ketua Komite Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan dan Ekonomi Inklusif Lishia Erza, Fahmi Imam Fauzy, serta Komite Kerja Sama dan Advokasi Edric Chandra, membahas penguatan ekosistem kewirausahaan nasional berbasis kolaborasi lintas sektor.
Dalam audiensi tersebut APINDO menyoroti berbagai tantangan utama pengembangan UMKM nasional, mulai dari akses pasar, legalitas dan tata kelola usaha, pembiayaan dan permodalan, hingga penguatan kapasitas tenaga kerja dan pelaku usaha muda. Dalam pemaparannya, Lishia Erza menegaskan bahwa pengembangan kewirausahaan pemuda tidak dapat dilakukan secara parsial maupun jangka pendek. Menurutnya, pendampingan harus berlangsung berkelanjutan dan terintegrasi antar kementerian/lembaga sehingga peserta inkubasi yang telah menyelesaikan satu program dapat melanjutkan pembinaan ke tahap berikutnya tanpa terputus. APINDO juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem berbasis data, digitalisasi, dan kolaborasi pentahelix untuk mempercepat peningkatan kapasitas UMKM secara inklusif. Pada kesempatan tersebut, APINDO juga memaparkan sejumlah program strategis yang telah berjalan, seperti AUA Portal, UKM Merdeka, program Masterclass AI Fluency, Melati Nusantara, SABUK Mentors Development, hingga berbagai pelatihan bersama International Labour Organization (ILO) terkait kewirausahaan, literasi keuangan, digitalisasi pengupahan, dan peningkatan kapasitas usaha.
Menanggapi hal tersebut, Hendro Wicaksono menyampaikan dukungan terhadap pengembangan model inkubasi dan pendampingan usaha yang lebih terstruktur, aplikatif, dan berkelanjutan. Ia menilai pendampingan merupakan faktor utama keberhasilan program kewirausahaan. Kemenpora juga membuka peluang kolaborasi melalui pengembangan “Rumah Solusi” atau Youth Career Hub yang sudah dirintisnya sebagai pusat pembekalan, konsultasi, pengembangan keterampilan, dan penguatan kewirausahaan pemuda di daerah. Kemenpora menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi program kepemudaan bersama APINDO dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional yang lebih inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.