Umkm

Kembali ke Artikel dan Publikasi UMKM

APINDO, Microsoft, dan Melati Nusantara Dorong Literasi AI melalui “Ngulik AI Bareng Microsoft – Masterclass AUA Batch 3”

APINDO, Microsoft, dan Melati Nusantara Dorong Literasi AI melalui “Ngulik AI Bareng Microsoft – Masterclass AUA Batch 3”

JAKARTA — APINDO bersama Microsoft, International Organization of Employers (IOE), dan Melati Nusantara kembali menghadirkan program “Ngulik AI Bareng Microsoft – Masterclass AUA  Batch 3” sebagai bagian dari upaya memperluas literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi masyarakat Indonesia. Program ini dirancang untuk mahasiswa, profesional, serta pelaku UMKM agar mampu memahami dan memanfaatkan AI secara praktis, produktif, dan bertanggung jawab di era digital.

Diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, rangkaian masterclass ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesional yang membahas AI secara ringan, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun usaha saat ini.

Sesi 1 — Rabu, 1 April 2026

Memahami Dasar AI dan Peran Data dalam Kehidupan Digital

Sesi pertama Masterclass AUA Batch 3 mengangkat tema “Pemahaman Dasar AI” dan menghadirkan Pak Orlando sebagai narasumber. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar Artificial Intelligence, machine learning, Natural Language Processing (NLP), hingga bagaimana data menjadi fondasi utama dalam perkembangan AI modern.

Melalui format collective learning (nonton bareng modul IOE), peserta mempelajari bagaimana AI bekerja berdasarkan pola data dan algoritma yang terus berkembang melalui penggunaan. Materi juga menyoroti bagaimana AI telah hadir di kehidupan sehari-hari, mulai dari mesin pencari, rekomendasi media sosial, hingga asisten virtual digital.

“AI itu bukan sesuatu yang ajaib atau menggantikan manusia sepenuhnya. AI bekerja dari data yang kita berikan. Semakin baik data dan cara kita menggunakannya, maka hasil AI juga akan semakin relevan untuk membantu pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Pak Orlando.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar pemanfaatan AI bagi mahasiswa, pekerja profesional, dan UMKM. Peserta juga diajak memahami bahwa meskipun AI mampu membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan, manusia tetap memiliki peran penting dalam berpikir kritis dan melakukan validasi informasi.

Sesi 2 — Rabu, 8 April 2026

Mengenal AI Generatif untuk Kreativitas dan Produktivitas

Pada sesi kedua, program menghadirkan Reza Gentanala, Founder & CEO Gentanala, sebagai narasumber utama. Tema yang diangkat adalah “AI Generatif”, membahas bagaimana teknologi AI saat ini mampu menghasilkan berbagai bentuk konten baru seperti teks, gambar, audio, hingga ide kreatif secara otomatis.

Peserta dikenalkan pada konsep GPT (Generative Pre-trained Transformer), Copilot, serta berbagai tools AI generatif yang kini banyak digunakan untuk mendukung kreativitas dan produktivitas kerja. Materi juga membahas bagaimana AI dapat membantu mempercepat proses kerja, membuka peluang inovasi baru, dan mendukung pengembangan usaha maupun personal branding.

“Sekarang AI bukan cuma dipakai perusahaan teknologi besar. Teman-teman UMKM, mahasiswa, bahkan pekerja kantoran pun sudah bisa menggunakan AI untuk brainstorming ide, membuat konten, sampai membantu pekerjaan administratif sehari-hari,”  ujar Mas Reza.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif membahas peluang pemanfaatan AI generatif di dunia akademik, bisnis, dan pekerjaan profesional. Banyak peserta juga menyoroti pentingnya penggunaan AI secara bijak agar teknologi tetap menjadi alat bantu yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.

Sesi 3 — Rabu, 15 April 2026

Prompt Engineering dan Critical Thinking di Era AI

Dalam pembahasannya, narasumber menjelaskan bahwa kualitas jawaban AI sangat dipengaruhi oleh bagaimana pengguna memberikan instruksi atau prompt.

“AI itu sebenarnya mencari dan menyusun jawaban berdasarkan data yang sangat besar. Bedanya dengan mesin pencari biasa, AI mencoba memahami konteks dan kata kunci yang kita berikan supaya hasilnya lebih spesifik dan relevan,” ujar Bu Endah sebagai narasumber disesi ini.

Beliau juga menambahkan bahwa kemampuan critical thinking tetap menjadi skill utama di era AI.

“Walaupun AI bisa memberikan jawaban dengan cepat, pengguna tetap harus melakukan verifikasi dan evaluasi. Jangan sampai kita langsung percaya tanpa mengecek kembali sumber dan konteks informasinya,” tambahnya.

Sesi 4 — Rabu, 22 April 2026

Menggunakan AI Secara Bertanggung Jawab di Era Digital

Pada sesi keempat, program “Ngulik AI Bareng Microsoft – Masterclass AUA Batch 3” menghadirkan Katya Kamdani, UMKM Communication Leader di APINDO, sebagai narasumber utama. Tema yang dibahas adalah “Using AI Responsibly”, yang menyoroti pentingnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa AI bukan hanya soal teknologi dan efisiensi, tetapi juga menyangkut etika, privasi data, transparansi, serta tanggung jawab pengguna terhadap hasil yang diberikan AI. Materi membahas pentingnya melakukan verifikasi ulang terhadap informasi yang dihasilkan AI dan memahami bagaimana data digunakan dalam proses kerja teknologi tersebut.

“AI bisa membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi pengguna tetap harus memiliki kesadaran untuk mengecek ulang informasi dan memahami dampak penggunaannya. Teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab agar tetap memberikan manfaat yang positif,” ujar Mbak Katya Kamdani.

Pembahasan juga menyoroti prinsip-prinsip Responsible AI seperti akuntabilitas, keadilan, inklusivitas, transparansi, serta keamanan data. Peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan penggunaan AI di lingkungan pendidikan, dunia kerja, maupun bisnis, khususnya terkait privasi data dan potensi bias informasi.

Melalui sesi ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga mampu menjadi pengguna teknologi yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab di era transformasi digital.

Sesi 5 — Rabu, 29 April 2026

Mengenal Microsoft Copilot sebagai Asisten AI untuk Produktivitas

Sesi kelima menghadirkan Ima Kurniastuti, S.T., M.T., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEBTD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), dengan tema “What is Microsoft Copilot”. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada Microsoft Copilot sebagai asisten AI yang dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja, pembelajaran, maupun pengembangan keterampilan.

Materi membahas bagaimana Microsoft Copilot terintegrasi dalam berbagai aplikasi Microsoft untuk membantu pengguna membuat dokumen, meringkas informasi, melakukan analisis data, hingga menyusun presentasi dengan lebih efisien. Peserta juga diperkenalkan pada konsep Retrieval-Augmented Generation (RAG), yaitu bagaimana Copilot memanfaatkan berbagai sumber data untuk menghasilkan jawaban yang lebih relevan dan kontekstual.

“AI seperti Copilot bukan hanya membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, tetapi juga membantu kita mengembangkan ide, belajar skill baru, dan meningkatkan kualitas kerja sehari-hari,” jelas Bu Ima Kurniastuti.

Selain pengenalan fitur, sesi ini juga membahas pentingnya kemampuan menyusun prompt yang jelas agar AI dapat memberikan hasil yang lebih tepat sesuai kebutuhan pengguna. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai contoh penggunaan AI untuk kebutuhan akademik, pekerjaan profesional, hingga pengembangan UMKM.

Peserta juga diajak memahami bahwa AI dapat menjadi alat pendukung pengembangan diri apabila digunakan secara tepat, termasuk untuk belajar, brainstorming ide, maupun membantu proses kerja administratif sehari-hari.

Sesi 6 — Rabu, 6 Mei 2026

Memahami Dampak AI terhadap Dunia Kerja dan Peluang Masa Depan

Pada sesi keenam, program menghadirkan Herry Darmawan, CEO AXELBIT Training Center, sebagai narasumber dengan tema “Impact of AI in Job Roles”. Sesi ini membahas bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja di berbagai sektor industri sekaligus menciptakan peluang profesi baru di era digital.

Peserta diajak memahami bahwa AI tidak hanya berdampak pada otomatisasi pekerjaan, tetapi juga mendorong perubahan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja modern. Materi membahas berbagai contoh penerapan AI di sektor keuangan, kesehatan, manufaktur, ritel, pemerintahan, hingga pertanian.

“AI akan terus berkembang dan beberapa pekerjaan mungkin akan tergantikan dalam beberapa tahun ke depan. Namun, manusia tetap memiliki keunggulan dalam kreativitas, empati, dan kemampuan belajar. Karena itu, kita harus terus mengembangkan diri agar dapat beradaptasi dan tetap relevan di era AI,”  ujar Pak Herry Darmawan.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif membahas profesi yang paling terdampak oleh AI serta keterampilan yang perlu dipersiapkan agar tetap relevan di masa depan. Narasumber juga menekankan pentingnya upskilling dan reskilling sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Selain membahas tantangan, sesi ini juga memberikan perspektif positif mengenai peluang baru yang muncul seiring perkembangan AI, termasuk kebutuhan akan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara strategis.

Melalui sesi ini, peserta diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang mendukung produktivitas serta pengembangan karier di masa depan.

Copied.
arrow top icon