APINDO Dorong Penguatan Kesehatan Finansial Pekerja melalui Praktik Kerja yang Lebih Pasti dan Inklusif
Rabu, 28 Oktober 2026
Ketua Komite Kewirausahaan, Peningkatan Kapasitas, dan Ekonomi Inklusif Bidang UMKM dan Koperasi APINDO, Lishia Erza menekankan pentingnya membangun tempat kerja yang mendukung kesehatan finansial pekerja, khususnya pekerja informal dan pelaku UMKM.
Dalam forum Financial Health Pathways Forum, Kamis (15/10/2026), APINDO menyoroti tantangan utama yang dihadapi pekerja, mulai dari ketidakpastian arus kas antar periode gaji, minimnya tabungan darurat dan perlindungan sosial, hingga risiko utang berlebihan serta pinjaman ilegal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kepastian pembayaran upah, akses perlindungan sosial yang lebih luas, serta aturan yang transparan terkait uang muka dan potongan gaji. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesehatan finansial tidak cukup dibangun melalui akses terhadap produk keuangan, tetapi juga melalui kepastian, transparansi, dan rasa aman dalam bekerja.
APINDO juga menekankan, produk keuangan perlu dirancang sesuai dengan kondisi nyata pekerja dan UMKM, terutama mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap. Skema pembayaran yang fleksibel, informasi biaya dalam nominal rupiah yang mudah dipahami, pemeriksaan kemampuan membayar, akses tabungan darurat, serta perlindungan asuransi sederhana menjadi langkah penting untuk mencegah masalah keuangan berkembang menjadi beban utang berkepanjangan.
Dalam mendorong perubahan, APINDO berperan sebagai jembatan antara dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah melalui penguatan kapasitas UMKM lewat APINDO UMKM Akademi (AUA), panduan praktis kesehatan finansial di tempat kerja, kolaborasi pengembangan produk keuangan yang aman, serta advokasi indikator kesehatan finansial dan perlindungan sosial yang terjangkau bagi pekerja informal. Upaya ini diarahkan untuk memastikan solusi keuangan tidak hanya tersedia, tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi pekerja maupun pelaku usaha.