APINDO Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual di Dunia Kerja
Kamis, 28 Mei 2026
Jakarta, 6 Mei 2026 – Upaya meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja terus diperkuat oleh dunia usaha. PT Astra Daihatsu Motor yang juga merupakan Anggota Luar Biasa (ALB) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar kegiatan LKS Bipartit bertema “Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja” dengan menghadirkan Dewi Suyenti Tio dari Komite Sustainability Bidang UMKM dan Koperasi APINDO sebagai narasumber.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran pekerja dan manajemen terhadap risiko dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kerja. Dalam pemaparannya, Dewi menegaskan bahwa isu kekerasan seksual merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam menghormati hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, perusahaan tidak hanya dituntut patuh terhadap regulasi, tetapi juga harus memastikan terciptanya lingkungan kerja yang aman dan bermartabat.
APINDO sebagai wadah dunia usaha turut menekankan pentingnya langkah preventif yang sistematis. Mulai dari komitmen manajemen puncak, penyusunan kebijakan internal, pelatihan rutin, hingga penyediaan mekanisme pelaporan yang aman dan transparan bagi korban. Dewi juga menyoroti bahwa pelecehan seksual kini menjadi risiko material bagi perusahaan. Selain berdampak pada korban, kasus semacam ini dapat menurunkan produktivitas, merusak reputasi, hingga berdampak pada kinerja keuangan perusahaan.
“Investor saat ini melihat isu ini sebagai bagian dari risiko ESG. Jika tidak ditangani dengan serius, dampaknya bisa signifikan terhadap kepercayaan dan nilai perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa regulasi di Indonesia semakin menguat melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta rencana penerapan kebijakan bisnis dan HAM yang akan bersifat wajib dalam beberapa tahun ke depan. Dalam sesi diskusi, peserta juga diajak memahami berbagai bentuk pelecehan seksual, mulai dari verbal, non-verbal, hingga digital, serta pentingnya melihat kasus dari perspektif korban—bukan semata niat pelaku.
Melalui kegiatan ini, APINDO berharap dunia usaha dapat membangun budaya kerja yang lebih inklusif dan aman. Peran aktif seluruh pihak, baik manajemen maupun karyawan, dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan seksual