Gubernur Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan DPP APINDO Jawa Barat 2026-2031: Tekankan Kolaborasi dan Industri Berkelanjutan
Jumat, 26 Juni 2026
BANDUNG, 26 Juni 2026 – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menghadiri prosesi pengukuhan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Jawa Barat masa bakti 2026-2031 yang diselenggarakan di eL Hotel Bandung. Acara ini menandai dimulainya periode kedua kepemimpinan Ning Wahyu Astutik sebagai Ketua DPP APINDO Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN APINDO, Shinta W. Kamdani, dalam poin-poin pembicaraannya menyoroti posisi strategis Jawa Barat sebagai pilar ekonomi nasional. Ia memaparkan data realisasi investasi Jawa Barat sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp296 triliun, tertinggi secara nasional, dengan kontribusi ekspor sebesar US$38 miliar.
Shinta juga memperkenalkan inisiatif strategis baru untuk membantu pelaku usaha di daerah. ""Kemajuan tidak lahir dari kerja satu pihak saja, melainkan ketika semua elemen bergerak bersama dan saling menguatkan. Dengan semangat 'Sabilulungan' serta falsafah 'Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh', kita dapat membuktikan bahwa dari Jawa Barat, kita mampu menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi ketahanan ekonomi dan masa depan Indonesia," jelas Shinta W. Kamdani.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang kuat di Jawa Barat harus ditopang oleh infrastruktur yang memadai dan konektivitas yang efektif guna menekan biaya logistik serta meningkatkan daya saing industri. Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan industri dengan kelestarian lingkungan hidup.
"Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup. Persoalan penggalian tanah ilegal hingga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan pada akhirnya akan menjadi beban bagi generasi mendatang," ujar Gubernur Dedi Mulyadi. "Industri yang kita bangun harus memberikan manfaat langsung bagi daerah, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun penciptaan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat setempat" tandasnya.
Gubernur juga mengajak para pelaku usaha untuk membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah daerah guna mencari solusi bersama atas berbagai tantangan investasi.
Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, menyampaikan apresiasinya atas keberpihakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap dunia usaha, terutama dalam merespons isu keamanan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan saat ini tidak ringan, mulai dari penurunan pesanan hingga kendala operasional seperti pasokan listrik dan akses air baku.
"Bagi kami, kepemimpinan yang dibutuhkan bukanlah sosok yang sempurna, melainkan pemimpin yang mau mendengar, mau turun ke lapangan, memahami persoalan secara langsung, dan bergerak cepat memberikan solusi. Dan hal tersebut telah kami rasakan," ungkap Ning Wahyu Astutik.
Selain Gubernur, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Menteri Perdagangan RI Ke-33 Enggartiasto Lukita, serta jajaran Forkopimda Jawa Barat.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO yaitu Wakil Ketua Umum DPN APINDO Eddy Hussy dan Sanny Iskandar. Turut hadir pula Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPN APINDO Bob Azam, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Anthony Hilman, Ketua Komite Pengupahan Bidang Ketenagakerjaan DPN APINDO Subchan Gatot, serta Direktur Eksekutif DPN APINDO Rudolf Saut.