Harga Plastik Naik, APINDO Kalsel Soroti Dampak Perang di Timur Tengah ke Industri
Jumat, 03 April 2026
Harga Plastik Naik, APINDO Kalsel Soroti Dampak Perang di Timur Tengah ke Industri
BANJARMASIN - Lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini dipicu kenaikan tajam harga minyak dan gas alam global akibat terganggunya jalur distribusi energi sebagai imbas perang Iran-Amerika dan sekutunya Israel.
Lonjakan harga plastik ini, membuat biaya produksi meningkat dan membebani pelaku industri.
Ketua APINDO Kalimantan Selatan, Winardi Sethiono, menyatakan, melonjaknya harga plastik tidak terlepas dari kenaikan harga minyak dan gas alam global.
Kondisi ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi energi internasional, yang berdampak langsung pada biaya produksi bahan baku plastik.
Dijelaskannya, kenaikan harga plastik berkaitan erat dengan situasi geopolitik yang memengaruhi rantai pasokan energi dunia.
Salah satu faktor utama adalah penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan penting bagi distribusi minyak dan gas alam cair global.
Menurutnya, hampir seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia bergantung pada jalur tersebut. Ketika distribusi terganggu, harga energi pun mengalami lonjakan signifikan.
“Tidak mengherankan jika harga minyak mentah melonjak dari 67 dolar AS per barel menjadi 98 dolar AS per barel pada 20 Maret 2026. Sementara itu, harga gas alam acuan di Asia dan Eropa juga meningkat lebih dari 60 persen dalam periode yang sama,” ujarnya kepada Reporter Banjarmasin Post, Jumat (3/4/2026).
Ditekankannya, industri plastik sangat bergantung pada bahan baku berbasis fosil.
Mengacu pada data Pusat Hukum Lingkungan Internasional, lebih dari 99 persen plastik global berasal dari minyak dan gas.
Sumber: banjarmasin.tribunnews.com