Pengukuhan DPP APINDO Papua Selatan Periode 2025–2030
Minggu, 14 Desember 2025
Merauke - Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Papua Selatan Masa Bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ballroom Swiss-Belhotel Merauke, Minggu (14/12/2025).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO, Shinta W. Kamdani, sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru APINDO Papua Selatan di bawah kepemimpinan Herman Anitu Basik-Basik.
Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum APINDO beserta jajaran DPN APINDO, sekaligus mengucapkan selamat kepada pengurus DPP APINDO Papua Selatan yang baru saja dikukuhkan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada Ibu Ketua Umum APINDO dan jajaran, serta selamat kepada pengurus APINDO Papua Selatan yang baru dilantik,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa Papua Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, yang perlu dikelola secara optimal dan inklusif. Ia meminta APINDO berperan aktif melihat peluang ekonomi yang ada, sekaligus mendorong keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam rantai nilai ekonomi, mulai dari pembibitan, produksi, hingga pengolahan hasil.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Selatan saat ini tengah mengembangkan sektor pertanian secara menyeluruh, mulai dari pembukaan lahan hingga peningkatan kualitas panen. Namun, masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pupuk, bibit unggul, tenaga kerja terampil, serta persoalan distribusi dan logistik.
“Kami juga masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang handal di bidang pertanian. Karena itu, kami mengajak APINDO untuk bekerja sama dengan akademisi melalui seminar, riset, dan kajian strategis guna memetakan sumber daya dan peluang bisnis di Papua Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, S.H., LLM, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus APINDO Papua Selatan yang baru dilantik, seraya menyebut kehadiran APINDO sebagai kehormatan tersendiri bagi daerah. “Satu daerah akan maju apabila seluruh komponen bangsa bersatu—pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan yang paling penting adalah kalangan pengusaha,” tegasnya.
Bupati menekankan pentingnya partisipasi aktif pengusaha dalam pembangunan daerah, terutama dalam memperkenalkan potensi Papua Selatan kepada pelaku usaha nasional. Menurutnya, Papua Selatan selama ini masih dipersepsikan belum menarik oleh sebagian kalangan usaha, terutama jika dibandingkan dengan kawasan Indonesia bagian barat. “Kita ingin Indonesia maju secara seimbang, bukan hanya barat yang tumbuh, tetapi timur juga harus bangkit,” ujarnya.
Dalam konteks Program Strategis Nasional (PSN), Bupati menegaskan bahwa peran pengusaha sangat vital, khususnya dalam mendukung Merauke sebagai lumbung pangan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi dan harmoni antara pemerintah dan dunia usaha agar pembangunan berjalan berkeadilan dan berkelanjutan.
Bupati juga menyoroti tantangan pengembangan UMKM di Kabupaten Merauke yang masih membutuhkan pendampingan. Oleh karena itu, ia berharap APINDO dapat berperan aktif mendampingi masyarakat dan pelaku usaha kecil agar mampu tumbuh dan naik kelas. “Marilah kita bergandengan tangan membangun Merauke dan Papua Selatan secara bersama-sama,” tutupnya.
Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani dalam sambutannya menegaskan bahwa Papua Selatan berada pada momentum penting sebagai provinsi muda dengan potensi ekonomi yang besar dan strategis. Ia memaparkan bahwa sepanjang Januari–September 2025, Papua Selatan mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,1 triliun, menjadikannya terbesar kedua di Pulau Papua, serta mengalami pertumbuhan hampir 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak berdiri sebagai provinsi pada 2022, total investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp8,5 triliun, atau tumbuh lebih dari 260 persen.
Dari sisi struktur ekonomi, sektor konstruksi menjadi penyumbang terbesar PDRB Papua Selatan dengan porsi 23,31 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 21,51 persen, serta perdagangan sebesar 12,81 persen. Sektor transportasi dan pergudangan bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi, mencapai 11,08 persen, mencerminkan peluang besar di sektor logistik dan rantai pasok pangan.
Namun demikian, Ketua Umum APINDO juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, antara lain pertumbuhan ekonomi yang masih berada di kisaran 4,16 persen, tingkat kemiskinan yang mencapai 19,71 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Selatan yang berada di angka 69,54, masih di bawah rata-rata nasional. “Karena itu, dunia usaha tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah juga tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergerak bersama dalam semangat Indonesia Incorporated,” tegasnya.
Ia menegaskan komitmen APINDO untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, memperkuat kualitas SDM lokal, membuka lapangan kerja, serta memastikan pembangunan ekonomi Papua Selatan berlangsung inklusif dan berkelanjutan. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan DPN APINDO, pengucapan janji pengurus, penyerahan pataka, serta penandatanganan berita acara. Kepengurusan baru DPP APINDO Papua Selatan diharapkan menjadi motor penggerak dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan ekonomi Papua Selatan.
Dalam rangkaian kegiatan dilakukan kunjungan ke PLBN Sota dan Dialog Ekonomi yang turut hadir jajaran Pengurus DPN yaitu Wakil Ketua Umum APINDO Eddy Hussy dan Sanny Iskandar, Ketua Bidang UMKM & Koperasi APINDO Ronald Walla, Ketua Bidang Organisasi APINDO Anthony Hilman dan Direktur Eksekutif APINDO Rudolf Saut.
Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan, antara lain Danrem 174/ATW Brigjen TNI Andy Setyawan, Danlantamal XI Merauke Laksma TNI Joko Andriyanto, Danlanud J.A. Dimara Kolonel Pnb Beny Aprianto, jajaran kepala OPD Provinsi Papua Selatan, serta Ketua KADIN Papua Selatan Julian Charles Gomar.