Media

Kembali ke Berita

APINDO Sulteng dan PLN Suluttenggo Bahas Krisis Listrik, Diesel Disiapkan untuk Jaga Dunia Usaha

APINDO Sulteng dan PLN Suluttenggo Bahas Krisis Listrik, Diesel Disiapkan untuk Jaga Dunia Usaha

PALU — Dunia usaha di Sulawesi Tengah meminta kepastian pasokan listrik di tengah kondisi kelistrikan yang terdampak fenomena El Nino. Persoalan tersebut menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan Business Dinner antara Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Sulawesi Tengah dan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (PLN Suluttenggo).

 

Pertemuan yang berlangsung Kamis (24/9/2026) di Koloni Coworking Space, lantai 2 Café Yolks, Jalan Monginsidi, Palu, menjadi forum bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus mendengarkan penjelasan PLN terkait kondisi pasokan listrik di Sulawesi Tengah.

 

Dari PLN Suluttenggo hadir Manajer Humas Noven, Asisten Manajer Perencanaan Made, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Palu Natalia, serta Asisten Niaga dan Pemasaran Fuad.

 

Sementara dari DPP APINDO Sulawesi Tengah, pertemuan dipimpin Ketua Wijaya Chandra, didampingi Sekretaris Ito Lawputra dan Bendahara Andres Ang. Hadir pula Muh. Renu Adiguna, Handri Pinatik, Murtalib, Udin Salim, Tasman Banto, serta Leopold.

 

Dalam pertemuan tersebut, Asisten Niaga dan Pemasaran PLN Palu Fuad menjelaskan kondisi kelistrikan Sulawesi Tengah yang saat ini menghadapi tekanan akibat berkurangnya debit air pada sejumlah sumber pembangkit.

 

Menurut Fuad, kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang menyebabkan banyak sungai mengalami kekeringan, termasuk Danau Poso yang menjadi salah satu sumber penting dalam sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

 

 

APINDO Sulteng dan PLN Suluttenggo membahas krisis pasokan listrik akibat El Nino dan solusi diesel untuk menopang dunia usaha.

 

"Apabila tidak terjadi El Nino, kondisi kelistrikan Sulawesi Tengah surplus sekitar 300 megawatt dari total ketersediaan listrik 3.000 megawatt," ujar Fuad dalam pertemuan tersebut.


Ia menyebut kebutuhan listrik di Sulawesi Tengah saat ini mencapai sekitar 2.700 megawatt.

 

Surutnya Danau Poso juga berdampak terhadap pasokan listrik menuju Palu. Dari total pasokan sekitar 500 megawatt, suplai dari sistem Poso disebut hanya sekitar 90 megawatt.

 

Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan langkah pengelolaan sistem, termasuk pemadaman bergilir sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

 

Fuad mengatakan PLN belum dapat memastikan kapan kondisi tersebut akan sepenuhnya berakhir. Fenomena El Nino yang terjadi lebih awal dari perkiraan sebelumnya turut menjadi tantangan bagi sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah.

 

PLN, kata dia, telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Salah satunya dengan menyiapkan penggunaan mesin diesel guna membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha di Sulawesi Tengah.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk menjaga pasokan listrik, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi dari aktivitas ekonomi dan dunia usaha.

 

Bagi pelaku usaha, kepastian pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional. Gangguan pasokan berpotensi memengaruhi aktivitas produksi, pelayanan, hingga biaya operasional perusahaan.

 

Karena itu, dialog antara APINDO dan PLN dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai kondisi sistem kelistrikan sekaligus mencari solusi yang dapat mendukung aktivitas dunia usaha.

 

Dalam pertemuan tersebut, pelaku usaha juga membandingkan pilihan sumber energi mandiri, seperti penggunaan mesin diesel maupun pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dengan biaya listrik yang disediakan PLN.

 

PLN menyampaikan bahwa tarif listrik yang tersedia bagi pelanggan dinilai relatif lebih ekonomis dibandingkan apabila pelaku usaha harus menyediakan pembangkit sendiri untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

 

APINDO Sulawesi Tengah berharap komunikasi dan kolaborasi dengan PLN dapat terus diperkuat. Forum semacam ini dinilai penting agar persoalan kelistrikan yang berdampak langsung terhadap dunia usaha dapat segera dibahas dan dicarikan jalan keluar.

 

Ketua APINDO Sulawesi Tengah Wijaya Chandra menegaskan pentingnya kesinambungan komunikasi antara dunia usaha dan PLN, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi iklim usaha di daerah.

 

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan kondisi pasokan listrik saat ini, tetapi berlanjut pada upaya membangun sistem energi yang lebih andal untuk menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

 

Dengan kebutuhan listrik yang terus berkembang seiring ekspansi aktivitas ekonomi, kepastian energi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan dunia usaha di Sulawesi Tengah. 

 

Sumber: radarpalu.jawapos.com
 

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Terbit Judul Berita
Daftar Berita
1 Rabu, 20 November 2024 Ari Munanto Terpilih Aklamasi Ketua APINDO Kota Salatiga 2024-2029
2 Kamis, 08 Januari 2026 Nataru Aman dan Lancar, Ketua Apindo Kota Batu Beri Apresiasi untuk Polres Batu
3 Selasa, 08 Juli 2025 APINDO Bertemu Ketua MPR RI: Bahas Tantangan Dunia Usaha dan Kolaborasi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
arrow top icon