Media

Kembali Ke Media

Tanggapan APINDO atas Rencana Pengadaan Impor 105.000 unit Kendaraan

Tanggapan APINDO atas Rencana Pengadaan Impor 105.000 unit Kendaraan

APINDO mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan distribusi di wilayah pedesaan. Kami memandang penguatan di sektor logistik desa memang dibutuhkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan komoditas strategis desa, sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di daerah.

 

Namun demikian, mengingat skala rencana pengadaan impor kendaraan operasional yang sangat besar, yaitu mencapai 105.000 unit dengan nilai sekitar Rp24 triliun, APINDO memandang bahwa rencana kebijakan impor tersebut sebaiknya dievaluasi kembali secara menyeluruh sebelum diimplementasikan. Desain pengadaan perlu dipastikan benar-benar berbasis pada kebutuhan operasional riil di desa serta mempertimbangkan secara cermat konsekuensi strategisnya terhadap industri nasional, khususnya sektor otomotif yang saat ini tengah menghadapi tekanan permintaan domestik.

 

Berdasarkan data dan masukan pelaku industri di lapangan, kapasitas produksi nasional kendaraan pick-up di dalam negeri mencapai 400 ribu - 1 juta unit per tahun, dan produk yang tersedia umumnya sudah memiliki TKDN di atas 40%. Kapasitas ini dalam beberapa tahun terakhir belum termanfaatkan secara optimal, seiring pelemahan permintaan pasar domestik.

 

Sebagaimana kita ketahui bersama, industri otomotif nasional juga menopang ekosistem yang luas dengan penyerapan tenaga kerja yang besar sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai pasoknya. Dalam kondisi pasar domestik yang sedang tertekan, belanja pengadaan pemerintah dalam skala besar berpotensi menjadi pengungkit penting untuk menjaga utilisasi kapasitas produksi dan stabilitas tenaga kerja di sektor ini.

 

APINDO memahami bahwa terdapat pertimbangan spesifikasi teknis dan kebutuhan tertentu dalam rencana program ini, termasuk kemungkinan kebutuhan kendaraan dengan penggerak tertentu di wilayah geografis khusus. Namun sepanjang kapasitas dan kemampuan produksi tersedia di dalam negeri, skema pengadaan sebaiknya memprioritaskan optimalisasi industri nasional serta memberikan ruang waktu yang memadai bagi produsen domestik untuk memenuhi volume, spesifikasi, dan kriteria yang dibutuhkan.

 

Dengan pendekatan tersebut, dampak pengganda (multiplier effect) terhadap industri otomotif nasional akan semakin besar, baik melalui peningkatan utilisasi kapasitas produksi, penguatan industri komponen, maupun stabilitas penyerapan tenaga kerja di sepanjang rantai pasok.

 

APINDO memandang bahwa belanja publik dalam skala besar idealnya tidak hanya menjawab kebutuhan distribusi jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat struktur industri nasional, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, serta mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, terutama sektor riil secara berkelanjutan.

 

Dalam semangat Indonesia Incorporated, APINDO secara konsisten akan terus mendukung program-program strategis pemerintah dengan memberikan masukan serta data dari lapangan, agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya efektif dalam implementasi, tetapi juga memberikan dampak optimal terhadap penguatan industri nasional dan keberlanjutan lapangan kerja di dalam negeri.

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Publikasi Topik
Daftar Berita
1 Sabtu, 11 Oktober 2025 Lapangan Golf Jadi Ajang Silaturahmi dan Amal, Apindo Serahkan Donasi untuk PMI
2 Selasa, 18 Maret 2025 Wagub Malut: APINDO Berkontribusi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
3 Kamis, 27 Februari 2025 Pemerintah Tindak Tegas Premanisme, APINDO Jabar: Investor Jangan Ragu Masuk Jawa Barat
arrow top icon