Media

Kembali Ke Media

MoU Pemko Batam dan APINDO Batam, 30 Perusahaan Komitmen Prioritaskan Pekerja Lokal

MoU Pemko Batam dan APINDO Batam, 30 Perusahaan Komitmen Prioritaskan Pekerja Lokal

Batam – Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam di tengah pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat.

 

Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) tentang sinergi penguatan urusan ketenagakerjaan di Kota Batam yang ditandatangani Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ketua APINDO Kota Batam, Rafky Rasyid, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9).

 Penandatanganan disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.

Sebagai tahap awal, 30 perusahaan besar di Batam berkomitmen mengalokasikan sedikitnya 20 persen kebutuhan tenaga kerja untuk warga lokal.

 

Amsakar mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dan dunia usaha untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal. Sebab, pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum selalu berbanding lurus dengan peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

 

“Sering menjadi diskursus di ruang publik bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal. Lewat MoU ini, kita tidak lagi hanya mengandalkan imbauan verbal. Kita perkuat komitmen agar perusahaan-perusahaan di Batam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja tempatan,” kata Amsakar.

 

Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat meningkat dari 6,76 persen pada 2025 menjadi 7,28 persen pada Semester I 2026. Pada periode yang sama, realisasi investasi mencapai Rp29,9 triliun atau mendekati total capaian investasi sepanjang 2025.

 

Tingkat kemiskinan Batam juga turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.

 

Namun, Amsakar menyebut tingginya arus migrasi menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Batam. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Batam disebut menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi kedua secara nasional pada 2026 setelah DKI Jakarta.

 

“Tingginya arus masuk penduduk harus kita imbangi dengan kebijakan berpihak. Karena itu, Pemko Batam menginisiasi skema affirmative action agar rekrutmen perusahaan mendahulukan anak-anak Batam,” ujarnya.

 

Selain itu, dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sekitar Rp40 miliar terus dioptimalkan untuk pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan masyarakat.

 

Wamendagri Bima Arya mengapresiasi langkah Pemko Batam membangun sinergi dengan dunia usaha. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Batam perlu dibangun melalui ekosistem yang terintegrasi.

 

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Pemko Batam dan dunia usaha. Kepala daerah tidak boleh salah diagnosis. Di Batam, pertumbuhan ekonominya tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dibangun ekosistemnya sehingga angka kerja sektor formal mencapai hampir 70 persen,” ujar Bima.

 

Meski demikian, Bima mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi diikuti penguatan layanan dasar dan infrastruktur. Menurut dia, pemerintah daerah perlu memetakan rantai ekonomi secara lebih detail, mulai dari hulu hingga hilir, terutama pada sektor manufaktur, pariwisata, dan teknologi tinggi.

 

Penguatan ekonomi juga harus berjalan beriringan dengan penyediaan air bersih, penanganan kemacetan, transportasi publik yang terintegrasi, serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

Tingginya arus migrasi, lanjut Bima, juga perlu diantisipasi melalui penataan tata ruang dan perencanaan perkotaan yang presisi. Kebijakan tersebut tetap harus disiapkan tanpa menerapkan pembatasan migrasi yang diskriminatif.

 

Bima juga mengingatkan agar modernisasi Batam sebagai kota metropolitan tidak menghilangkan kultur, roh, dan identitas kebudayaan Melayu.

Sementara itu, Rafky Rasyid mengatakan APINDO siap menindaklanjuti kesepakatan tersebut secara konkret. APINDO Kota Batam saat ini memiliki sekitar 700 perusahaan anggota.

 

“Ekonomi Batam bertumbuh pesat. Tugas kita bersama adalah memastikan pekerja lokal dan pengusaha lokal turut menikmati kue tersebut. APINDO bersama 700 perusahaan anggota siap menindaklanjuti MoU ini secara riil,” kata Rafky.

 

Komitmen tersebut mulai direalisasikan PT Pegatron dengan merekrut 200 tenaga kerja lokal. Seluruh tenaga kerja yang direkrut disebut merupakan warga daerah.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan kegiatan penguatan kemitraan tersebut dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri atas pimpinan perusahaan, HRD, dan pemangku kepentingan terkait.

 

Selanjutnya, proses dan evaluasi penempatan tenaga kerja akan dipantau melalui aplikasi terintegrasi SIMNAKER.

 

Sumber: metropolis.batampos.co.id

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Publikasi Topik
Daftar Berita
1 Kamis, 08 Agustus 2024 APINDO Dukung Praktik Bisnis Berkelanjutan
2 Rabu, 13 Agustus 2025 Bukan Hanya Soal Bisnis, Apindo Kudus Ingatkan Pengusaha Agar Patuh Hukum Ketenagakerjaan
3 Selasa, 16 Juli 2024 Bertemu Apindo, Airlangga Pastikan Kawasan Industri Bisa Impor LNG
arrow top icon