Ketua Apindo Tulungagung Berganti, Novi Hanifah Ingin Gaet Investor hingga Perbanyak Pelatihan Kerja
Jumat, 16 Oktober 2026
TULUNGAGUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur kini dipimpin oleh Novi Hanifah, pengusaha perempuan pemilik Kiran Gallery Tulungagung.
Novi menggantikan ketua lama Nur Wakidun, lewat proses yang dilakukan selepas Focus Group Discussion (FGD), pada Kamis (15/10/2026) di Wina Joglo, Jalan Jayeng Kusumo Tulungagung.
Pengusaha kain shibori dan ecoprint ini akan menjadi nakhoda Apindo periode 2026-2031.
Ia mempunyai peran strategis, karena selama ini menjadi Wakil Ketua Peranan Wanita di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tulungagung.
“Memang diharapkan kedua lembaga bisa membawa kemajuan untuk Tulungagung,” ujar Novi saat dihubungi Jumat (16/10/2026).
Sebelumnya Novi mengaku sempat berdiskusi dengan Heru Tjahjono, mantan Bupati Tulungagung dan juga anggota Komisi IX DPR RI.
Antara Apindo dan Kadin banyak diasumsikan tidak pernah sejalan.
Karena itu Novi diminta untuk menjembatani kedua organisasi ini, agar bisa bersinergi membawa kemajuan Tulungagung.
“Banyak anggota Kadin juga menjadi anggota Apindo. Kami diminta jangan seperti daerah lain yang tidak saling sejalan,” tambahnya.
Terkait rencana usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK), Novi memilih tidak berkomentar saat ini.
Ia mengaku masih baru menjabat dan perlu untuk mempelajari lebih lanjut.
Novi lebih menekankan untuk menciptakan iklim usaha di Tulungagung, salah satunya menarik investor.
Upaya ini harus dilakukan bersama-sama, baik pengusaha, pemerintah, bahkan para influencer di Tulungagung.
“Influencer misalnya, viralkan tempat wisata kita agar ada investor masuk dan membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Apindo juga akan memperbanyak pelatihan untuk menciptakan tenaga ahli di Tulungagung.
Salah satu upaya yang dilakukan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), untuk membuat pelatihan, seperti barista, kelistrikan, atau rias pengantin.
“Kita menciptakan tenaga-tenaga ahli baru, sehingga jika teman-teman pengusaha di Apindo membutuhkan, kita bisa bantu,” pungkasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Ardian Candra, mengaku mendukung reorganisasi Apindo.
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini berharap, Apindo lebih aktif memberi masukan ke Pemkab Tulungagung dalam segala bidang, utamanya pemberdayaan manusia.
Candra juga mengingatkan, Apindo punya peran strategis dalam menentukan UMK Tulungagung.
“Apindo nanti yang akan mengusulkan UMK. Kami berharap ke depan semakin memudahkan koordinasi,” katanya.
Sumber: jatim.tribunnews.com