Apindo Jatim dan Komunitas Tionghoa Salurkan 10 Ribu Paket Sembako untuk Warga Surabaya Selama Ramadan
Kamis, 05 Maret 2026
JATIM – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan mempertemukan berbagai unsur masyarakat di Surabaya. Kalangan pengusaha, komunitas Tionghoa, hingga organisasi keagamaan bersinergi menyalurkan bantuan ribuan paket sembako bagi warga prasejahtera.
Kolaborasi tersebut digagas Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur bersama Yayasan Bhakti Persatuan, Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, serta Yayasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Melalui kerja sama tersebut, sedikitnya lebih dari 10.000 paket sembako disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Ketua DPP Apindo Jawa Timur, Eddy Widjanarko, mengatakan bantuan tersebut tidak disalurkan secara langsung, tetapi melalui berbagai institusi dan organisasi masyarakat agar penyalurannya lebih tepat sasaran. “Sedikitnya kami sudah menyiapkan lebih dari 10.000 paket sembako selama Ramadan. Hingga saat ini hampir 10.000 paket sudah terdistribusi kepada masyarakat,” ujar Eddy, Kamis (5/3/2026). P
Penyaluran dilakukan melalui berbagai lembaga, di antaranya Polda Jawa Timur, Polrestabes Surabaya, Kodam V/Brawijaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, GP Ansor, hingga Yayasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Eddy, pola distribusi melalui berbagai lembaga ini bertujuan agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Surabaya.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2026 lalu, Apindo Jatim bersama sejumlah organisasi juga telah menyalurkan 2.000 paket sembako melalui Pemerintah Kota Surabaya. Data penerima bantuan diperoleh dari Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Surabaya sehingga dipastikan tepat sasaran.
“Kami menjamin penyaluran bantuan ini presisi. Data penerima berasal dari Pemkot Surabaya sehingga benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan,” jelas Eddy. Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, garam 500 gram, kopi, mi instan, sabun, serta sejumlah kebutuhan harian lainnya.
Bantuan juga telah disalurkan melalui jajaran kepolisian. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfie Sulistiawan bahkan telah menerima penyerahan bantuan tersebut pada Senin (2/3/2026) untuk didistribusikan kepada masyarakat. Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan DPP Apindo Jatim, Hermawan Santoso, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan agenda tahunan yang terus dijaga konsistensinya.
“Kami datang menemui Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi untuk menyerahkan bantuan 2.000 paket sembako. Ini agenda rutin Yayasan Bhakti Persatuan bersama PERPIT, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, dan Apindo,” kata Hermawan.
Menurutnya, pendistribusian melalui Pemkot Surabaya dipilih agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kepedulian para pengusaha dan organisasi masyarakat yang terus mendukung program sosial bagi warga.
“Alhamdulillah, matur nuwun kepada Yayasan Bhakti Persatuan, PERPIT, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, dan Apindo yang telah berbagi rezeki berupa 2.000 paket sembako. Bantuan ini kami titipkan kepada warga Surabaya yang masuk desil 1 sampai 5 atau kategori prasejahtera,” ujarnya.
Eri menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata semangat gotong royong di Kota Pahlawan, sekaligus mencerminkan nilai persatuan dalam Pancasila. Program bantuan sosial dari kalangan pengusaha ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak 2021, berbagai organisasi pengusaha di Surabaya secara rutin menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat melalui pemerintah kota.
Sumber: jatim.pikiran-rakyat.com