APINDO Dorong Penguatan Peran Indonesia dalam Peningkatan Daya Saing ASEAN
Senin, 02 Februari 2026
Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menjadi narasumber dalam the Indonesian Economic Summit (IES) 2026 yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC) dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Selasa (3/2/2026) di Jakarta.
Shinta mengungkapkan, pemulihan perdagangan intra-ASEAN Indonesia menunjukkan arah yang positif, namun masih didominasi faktor siklis dan belum mencerminkan penguatan struktural. Hal ini tercermin dari volume perdagangan dan pangsa regional yang belum kembali ke level tertinggi pada tahun 2022. Shinta menambahkan, peran Indonesia sebagai pusat gravitasi pasar kawasan telah membantu menstabilkan arus perdagangan regional, tetapi belum sepenuhnya mendorong peningkatan intensitas perdagangan, pertukaran bernilai tambah tinggi, maupun penguatan keterkaitan rantai pasok di dalam ASEAN.
Di sisi lain, perbedaan antara pertumbuhan ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN yang relatif cepat dan menurunnya pangsa perdagangan intra-ASEAN menandai fase transisi penting. Skala ekonomi Indonesia mampu menopang permintaan regional, namun struktur perdagangan masih rentan terhadap siklus permintaan global. Kondisi ini menunjukkan bahwa perdagangan kawasan belum tertanam kuat dalam rantai nilai regional yang berbasis produktivitas dan integrasi jangka panjang.
Bagi dunia usaha Indonesia, Shinta memaparkan situasi ini membuka ruang strategis untuk melangkah lebih jauh dari sekadar ekspansi volume perdagangan. Pelaku usaha didorong untuk merekayasa ulang perdagangan intra-ASEAN menuju pertumbuhan berbasis nilai melalui peningkatan kapasitas industri, pendalaman perdagangan jasa, dan integrasi yang lebih erat dalam jaringan produksi regional. Upaya ini penting tidak hanya untuk memperkuat daya saing bisnis nasional, tetapi juga untuk mendorong ASEAN membangun rantai nilai regional yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing di tengah fragmentasi geokonomi global.