Perkuat Ketahanan Ekonomi, DPP APINDO Jawa Tengah Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan
Rabu, 03 Juni 2026
Perkuat Ketahanan Ekonomi, DPP APINDO Jawa Tengah Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan
Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Tengah resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan masa bakti 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Patra Semarang & Convention, Rabu (3/6/2026). Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPN APINDO, Shinta W. Kamdani, didampingi Wakil Ketua Umum DPN APINDO Eddy Hussy, serta disaksikan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Tengah.
Sebelum prosesi pengukuhan, seluruh peserta kegiatan mengikuti doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada almarhum Frans Kongi, Ketua DPP APINDO Jawa Tengah periode 2010–2026, yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi besar bagi perkembangan organisasi selama lebih dari satu dekade.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPP APINDO Jawa Tengah yang baru dikukuhkan. Menurutnya, Jawa Tengah merupakan salah satu pilar ekonomi strategis nasional dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen pada tahun 2025, melampaui rata-rata nasional.
"Semangat Sesarengan Mbangun, Maju Bebarengan harus terus menjadi landasan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang semakin dinamis," ungkap Shinta.
Shinta juga memperkenalkan inisiatif Task Force Debottlenecking yang dihadirkan APINDO sebagai upaya membantu pelaku usaha mengatasi berbagai hambatan perizinan maupun kendala operasional di lapangan.
"Melalui Task Force Debottlenecking, APINDO berupaya membantu dunia usaha menemukan solusi atas berbagai hambatan yang dihadapi sehingga iklim investasi di Jawa Tengah tetap terjaga, kompetitif, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Helmi Tas’an Wartono resmi menerima amanah sebagai Ketua DPP APINDO Jawa Tengah periode 2026–2031. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan organisasi dan mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Provinsi XIII APINDO Jawa Tengah yang berlangsung dengan lancar. Saya diberikan amanah untuk menata organisasi yang luar biasa ini selama lima tahun ke depan bersama jajaran pengurus yang memiliki kapabilitas dan dedikasi tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pelaku usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi membutuhkan kolaborasi yang harmonis antara dunia usaha dan tenaga kerja.
"Saya optimis pengurus APINDO akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan mengajak serikat pekerja dan buruh berjalan bersama. Perekonomian Jawa Tengah saat ini didominasi sektor manufaktur, sehingga sektor padat karya perlu terus diperkuat. Kami juga mengakui bahwa serikat buruh di Jawa Tengah memiliki komitmen yang sangat baik. Selain itu, jalur transportasi perdagangan tidak hanya bertumpu pada darat, tetapi perlu didorong melalui berbagai alternatif, baik udara maupun laut," ungkap Taj Yasin.
Sebagai bagian dari langkah konkret memperkuat ekosistem dunia usaha dan kualitas sumber daya manusia, DPP APINDO Jawa Tengah juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan, APINDO Training Center, serta sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA), Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), STEKOM, dan UNTAG.
Selain pengukuhan pengurus, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan diskusi panel bertajuk “Resiliensi dan Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik.” Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Ir. Johni Martha, ACCS, MBA, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Ir. Sakina Rosellasari, M.Si., M.Sc, serta Ketua Persatuan Perusahaan Rokok Kudus Agus Sarjono.
Acara pengukuhan juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua Dewan Pertimbangan DPP APINDO Jawa Tengah Irwan Hidayat, yang juga merupakan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto, SE, Ketua Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro, serta jajaran pengurus DPN APINDO yang terdiri dari Ketua Bidang Organisasi Anthony Hilman, Pengurus Komite Bidang Perdagangan Devi Kusumaningtyas, dan Direktur Eksekutif Rudolf Saut.