Umkm

Kembali ke Artikel dan Publikasi UMKM

APINDO UMKM MERDEKA (AUM) 2026

APINDO UMKM MERDEKA (AUM) 2026

 

  1. Kick Off AUM Mandiri 2026: Memperkuat Kolaborasi Mahasiswa, Mentor, dan UMKM untuk Dampak Nyata

Pada 4 Maret 2026, program APINDO UMKM Merdeka (AUM) Mandiri 2026 resmi dimulai melalui kegiatan Kick Off yang diikuti oleh mahasiswa, mentor, serta pelaku UMKM dari 7 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM dalam mendorong peningkatan kapasitas bisnis serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Program APINDO UMKM Merdeka dirancang sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, mentor, dan UMKM dalam satu ekosistem pembelajaran berbasis praktik, di mana mahasiswa berperan sebagai junior business consultant yang terlibat langsung dalam proses analisis dan pengembangan usaha UMKM di lapangan. 

Kegiatan Kick Off dibuka oleh Ronald Walla selaku Ketua Bidang UMKM dan  Koperasi APINDO, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan inklusif. Beliau menyampaikan bahwa program AUM merupakan salah satu bentuk nyata komitmen APINDO dalam mendorong UMKM untuk naik kelas sekaligus membuka ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa agar dapat memahami dinamika bisnis secara langsung di lapangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengantar program yang disampaikan oleh Lita Hendranata, team taskforce AUM DPN, yang memberikan gambaran umum mengenai tujuan, semangat kolaborasi, serta peran penting seluruh peserta dalam mendukung keberhasilan program. Dalam pengantar tersebut disampaikan bahwa kehadiran mahasiswa, mentor, dan pelaku UMKM dalam program ini bukan sekadar partisipasi, tetapi merupakan langkah nyata untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas usaha dan pengembangan talenta muda yang memiliki pola pikir kewirausahaan.

Selanjutnya, pemaparan materi teknis program disampaikan oleh Arga Prihatmoko, team taskforce AUM DPN lainnya, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep, mekanisme pelaksanaan, serta tahapan kegiatan dalam program AUM Mandiri 2026. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa program ini mengusung konsep kolaborasi yang dikenal sebagai “The Power of Three”, yaitu sinergi antara mahasiswa, mentor, dan UMKM dalam satu ekosistem pertumbuhan bisnis. Dalam skema tersebut, setiap mentor membimbing dua hingga tiga kelompok mahasiswa, sementara setiap kelompok mahasiswa yang terdiri dari tiga hingga lima orang akan mendampingi satu UMKM sehingga proses pendampingan dapat berjalan secara intensif dan terarah. 

Pada pelaksanaan tahun ini, program AUM Mandiri melibatkan partisipasi dari berbagai daerah di Indonesia dengan total 207 mahasiswa, 51 UMKM, dan 35 mentor yang berasal dari tujuh Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara. Kolaborasi lintas daerah ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperluas dampak program serta memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi berbasis kewirausahaan. 

Setelah kegiatan Kick Off, para peserta akan memasuki tahap onboarding dan pembekalan yang mencakup berbagai sesi pembelajaran seperti orientasi peran mahasiswa sebagai junior business consultant, teknik diagnosis bisnis UMKM, pengelolaan keuangan usaha, pemasaran digital, hingga tata kelola keberlanjutan bisnis. Seluruh rangkaian pembelajaran tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan proses pendampingan bisnis secara efektif selama periode pelaksanaan program yang berlangsung dari Maret hingga Juni 2026. 

Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran berbasis praktik, program AUM Mandiri 2026 diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis dan kepemimpinan sekaligus membantu UMKM dalam mengembangkan strategi bisnis yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan mentor, pelaku usaha, serta berbagai pihak yang terlibat, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sebagaimana pesan yang disampaikan kepada seluruh peserta pada kegiatan pembukaan, perjalanan ini bukan sekadar program pendampingan, melainkan langkah bersama untuk menciptakan perubahan positif dan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. 

  1. Pembekalan Nasional AUM Mandiri 2026 Perkuat Peran Mahasiswa sebagai Junior Business Consultant

Mulai tanggal  9 - 13 Maret 2026, team AUM DPN melaksanakan kegiatan Onboarding Mahasiswa AUM Mandiri 2026 secara daring sebagai tindak lanjut dari kegiatan Kick Off Program APINDO UMKM Merdeka (AUM) Mandiri 2026. 

Pembekalan nasional ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai Junior Business Consultant bagi UMKM. Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi terkait orientasi program, pembentukan mindset profesional, etika kerja, serta berbagai tata kelola pelaksanaan program AUM Mandiri. Setiap sesi menghadirkan narasumber dan pembahasan yang berbeda guna memberikan perspektif yang komprehensif mengenai proses pendampingan UMKM yang akan dilakukan oleh mahasiswa selama program berlangsung.

Dalam kegiatan onboarding ini juga diperkenalkan kerangka kerja pendampingan UMKM yang menjadi fokus program AUM Mandiri, yaitu penguatan lima aspek tata kelola, meliputi tata kelola usaha, tata kelola produksi, tata kelola pemasaran, tata kelola keberlanjutan, serta tata kelola kemampuan interpersonal. Kelima aspek tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dalam melakukan analisis kondisi UMKM, menyusun rencana program kerja, serta memberikan rekomendasi pengembangan usaha yang aplikatif dan berkelanjutan.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi interaktif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi terkait persiapan sebelum terjun langsung mendampingi UMKM. Dalam sesi ini, mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pendekatan awal dalam memahami kondisi usaha, strategi komunikasi dengan pelaku UMKM, serta cara mengimplementasikan lima tata kelola pendampingan dalam praktik di lapangan. Sesi diskusi ini menjadi ruang penting bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam sekaligus memperkuat kesiapan mereka sebelum memasuki tahap pendampingan UMKM.

Melalui kegiatan onboarding ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami mekanisme pelaksanaan program, tetapi juga mampu membangun sikap profesional, kolaboratif, dan berintegritas dalam proses pendampingan UMKM. Dengan adanya pembekalan nasional ini, APINDO berharap seluruh peserta dapat menjalankan perannya secara optimal sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pengembangan serta peningkatan kapasitas UMKM di Indonesia.

  1. DPP APINDO Jawa Barat Laksanakan Kick Off AUM Mandiri 2026 di Tiga Wilayah

Pada bulan Maret 2026 Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Jawa Barat telah melaksanakan rangkaian kegiatan Kick Off Program APINDO UMKM Merdeka (AUM) Mandiri 2026 di tiga wilayah, yaitu Bandung Raya dan Purwakarta pada 6 Maret 2026 serta Cirebon pada 10 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pendampingan UMKM yang melibatkan mahasiswa, mentor, serta pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem program AUM Mandiri 2026 di wilayah Jawa Barat.

Pelaksanaan Kick Off di tingkat provinsi ini bertujuan untuk mempertemukan seluruh pihak pemangku kepentingan yang terlibat dalam program, sekaligus memberikan pengenalan awal mengenai mekanisme pelaksanaan pendampingan UMKM yang akan dilakukan oleh mahasiswa selama periode program. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa peserta program diperkenalkan secara langsung kepada mentor serta UMKM yang akan menjadi mitra pendampingan mereka, sehingga tercipta koordinasi awal yang baik sebelum memasuki tahap implementasi program di lapangan.

Rangkaian kegiatan Kick Off ini juga menjadi bagian dari proses orientasi mahasiswa sebelum menjalankan perannya sebagai Junior Business Consultant bagi UMKM. Melalui pertemuan ini, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai tujuan program, ruang lingkup pendampingan, serta peran strategis yang akan mereka jalankan dalam membantu UMKM mengembangkan usaha. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa berfokus pada penguatan lima aspek tata kelola usaha,  yang sudah dipelajari materinya pada saat onboarding,  yang menjadi kerangka utama dalam proses pengembangan UMKM dalam program AUM Mandiri.

Kegiatan Kick Off di berbagai wilayah Jawa Barat ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku UMKM dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses analisis bisnis, penyusunan rencana program kerja, serta implementasi strategi pengembangan usaha bagi UMKM yang menjadi mitra program.

Melalui rangkaian kegiatan Kick Off di tingkat daerah serta pembekalan nasional yang telah dilaksanakan, diharapkan mahasiswa peserta program AUM Mandiri 2026 di Jawa Barat dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendampingi UMKM. Dengan dukungan mentor, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pengembangan kapasitas, inovasi, serta daya saing UMKM di wilayah Jawa Barat dan Indonesia secara luas.

 

 

  1. DPP APINDO Lampung Gelar Kick Off dan Match Up Program AUM Mandiri 2026

Bandar Lampung, pada tanggal 11 Maret 2026 Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Lampung melaksanakan kegiatan Kick Off dan Match Up Program APINDO UMKM Merdeka (AUM) Mandiri 2026 sebagai bagian dari implementasi program pendampingan UMKM di tingkat daerah. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa peserta program, mentor, serta pelaku UMKM yang akan menjadi mitra pendampingan dalam program AUM Mandiri 2026 di wilayah Lampung.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun koordinasi dan kolaborasi antara seluruh pihak yang terlibat dalam program. Dalam sesi match up, mahasiswa diperkenalkan secara langsung kepada UMKM yang akan mereka dampingi selama program berlangsung. Proses ini bertujuan untuk membangun pemahaman awal mengenai profil usaha, tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, serta peluang pengembangan bisnis yang dapat didorong melalui pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai peran mereka sebagai Junior Business Consultant yang akan membantu UMKM dalam melakukan analisis usaha, menyusun rencana pengembangan bisnis, serta memberikan rekomendasi strategis yang dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Pendampingan yang dilakukan dalam program AUM Mandiri berfokus pada penguatan lima aspek tata kelola, yang sudah dipelajari materinya pada saat onboarding, yang menjadi kerangka utama dalam proses pengembangan UMKM dalam program AUM Mandiri.

Kegiatan Kick Off dan Match Up ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku UMKM di Provinsi Lampung. Dengan terjalinnya kolaborasi yang baik sejak awal program, diharapkan mahasiswa dapat menjalankan proses pendampingan secara lebih efektif dan memberikan kontribusi nyata dalam membantu UMKM mengembangkan usahanya.

Melalui pelaksanaan program AUM Mandiri 2026 di Provinsi Lampung, APINDO berharap kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa bersama mentor dapat mendorong peningkatan kapasitas usaha, inovasi, serta keberlanjutan UMKM sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.


 

  1. UMKM Visit AUM Mandiri 2026 di Sumatera Utara: Memperkuat Pendampingan dan Pemahaman Lapangan

Pada tanggal 7 – 13 Maret 2026 Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Sumatera Utara melaksanakan kegiatan UMKM Visit sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Program APINDO UMKM Merdeka (AUM) Mandiri 2026 di tingkat daerah. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pendampingan, di mana mahasiswa peserta program bersama mentor melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha UMKM yang menjadi mitra dalam program AUM Mandiri 2026.

Melalui kegiatan kunjungan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat profil usaha, proses produksi, serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Interaksi langsung dengan pelaku usaha memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi nyata di lapangan, sehingga proses analisis bisnis dan penyusunan rencana pengembangan usaha dapat dilakukan secara lebih tepat dan relevan.

Dalam kegiatan UMKM Visit ini, mahasiswa juga mulai melakukan pengamatan awal terhadap berbagai aspek pengelolaan usaha yang menjadi fokus pendampingan dalam program AUM Mandiri. Pendampingan tersebut mencakup penguatan lima aspek tata kelola, yang sudah dipelajari materinya pada saat onboarding,  yang menjadi kerangka utama dalam proses pengembangan UMKM dalam program AUM Mandiri.

Selain sebagai bagian dari proses pendampingan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam memahami dinamika dunia usaha secara langsung. Mahasiswa tidak hanya mengamati operasional usaha, tetapi juga berdiskusi dengan pelaku UMKM mengenai strategi pengembangan bisnis, peluang pasar, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Melalui kegiatan UMKM Visit ini, diharapkan mahasiswa dapat membangun hubungan kerja yang baik dengan pelaku UMKM sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih mendalam sebelum menyusun rekomendasi pengembangan usaha. Dengan dukungan mentor serta kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku UMKM, program AUM Mandiri 2026 di Sumatera Utara diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di daerah.

 

Copied.
arrow top icon