Media

Kembali ke Berita

Harga Solar Industri Naik, Apindo Sumbar Sebut Pengusaha Hotel hingga Manufaktur Tercekik

Harga Solar Industri Naik, Apindo Sumbar Sebut Pengusaha Hotel hingga Manufaktur Tercekik

PADANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya solar industri, dinilai memberikan dampak signifikan terhadap dunia usaha di Sumatera Barat.

 

Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumbar, Rina Pangeran, mengatakan kenaikan tersebut paling dirasakan oleh sektor industri yang sangat bergantung pada penggunaan solar, terutama untuk operasional cadangan seperti genset.

 

“Yang paling besar pengaruhnya itu solar industri. Dunia usaha sangat terdampak, termasuk hotel dan manufaktur. Mereka harus standby genset saat listrik padam, dan itu pakai solar,” ujar Rina Pangeran saat diwawancarai TribunPadang.com, Senin (20/4/2026).

 

Ia menjelaskan, kenaikan harga solar industri dari Rp28.150 menjadi Rp30.550 per liter atau naik sekitar Rp2.400 per liter, belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN), semakin membebani pelaku usaha.

 

“Kalau ditambah PPN 10 persen, tentu akan sangat memberatkan dunia industri,” katanya.

 

Menurutnya, lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya operasional di berbagai sektor, seperti manufaktur, perhotelan, logistik, hingga pertambangan.

 

Akibatnya, pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga jual produk maupun jasa untuk menutup kenaikan biaya tersebut.

 

“Dampaknya luar biasa. Biaya operasional naik, akhirnya harga jual juga naik,” ujarnya.

 

Rina menambahkan, kondisi ini terjadi di tengah melemahnya daya beli masyarakat, sehingga berpotensi menekan kinerja dunia usaha secara keseluruhan.

 

“Daya beli masyarakat saat ini sedang lemah. Kalau harga jual ikut naik, tentu ini menjadi tekanan tambahan bagi pelaku usaha,” jelasnya.

 

Tak hanya sektor industri, kenaikan BBM non-subsidi juga berdampak pada perusahaan logistik dan transportasi yang dipastikan akan mengalami kenaikan biaya distribusi.

 

“Logistik dan transportasi pasti akan naik juga. Ini efek berantai,” katanya.

 

Ia menegaskan, sektor yang paling merasakan dampak adalah industri karena kenaikan biaya operasional yang signifikan akan langsung memengaruhi harga jual di pasar.

 

“Yang paling terasa itu di industri. Biaya operasional naik, harga jual ikut naik, sementara daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Apindo Sumbar meminta pemerintah untuk mengambil langkah strategis guna meringankan beban pelaku usaha, salah satunya dengan membebaskan PPN atas solar industri selama harga masih tinggi.

 

“Kami berharap pemerintah bisa membebaskan PPN solar industri sementara waktu, apalagi kenaikan ini dipicu oleh kelangkaan impor BBM akibat situasi global,” tutupnya.


Sumber: https://padang.tribunnews.com/

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Terbit Judul Berita
Daftar Berita
1 Jumat, 07 Juni 2024 Tegas Tolak Tapera, Apindo Ponorogo Minta Pemerintah Mengkaji Ulang
2 Rabu, 09 April 2025 Apindo Boyolali Khawatir Aturan Bea Masuk AS Berdampak Jangka Panjang PHK
3 Senin, 07 April 2025 Kebijakan Donald Trump Tak Terlalu Berdampak untuk Papua
arrow top icon