Media

Kembali ke Berita

BEI Sulteng dan APINDO Gelar Sekolah Pasar Modal, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Investasi

BEI Sulteng dan APINDO Gelar Sekolah Pasar Modal, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Investasi

PALU - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal bertajuk Level-Up Investasi dengan Mengenal Instrumen Pasar Modal, sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan pelaku usaha.

 

Kegiatan tersebut dibuka Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, yang diwakili Wakil Ketua APINDO Sulteng, Udin Salim SH.

Dari pihak BEI Sulawesi Tengah hadir Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Sulteng, Putri Irnawati, serta Deputi Kepala Wilayah BEI Sulawesi Tengah, Dewi Nur.

 

Sementara itu, materi utama disampaikan William dari Stockbit Sekuritas Jakarta yang memberikan pemahaman mengenai peluang investasi dan perkembangan pasar modal nasional.

 

Wakil Ketua APINDO Sulteng Udin Salim berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal agar memiliki pemahaman yang tepat sebelum berinvestasi.

 

“Tujuan kegiatan ini agar para pelaku usaha yang tergabung dalam APINDO tidak salah pilih dalam menentukan instrumen investasi,” ujar Udin Salim.

 

BEI Sulteng bersama APINDO Sulteng menggelar Sekolah Pasar Modal bertema Level-Up Investasi untuk edukasi pelaku usaha. (Istimewa)

BEI Sulteng bersama APINDO Sulteng menggelar Sekolah Pasar Modal bertema Level-Up Investasi untuk edukasi pelaku usaha. (Istimewa)

 

Dalam pemaparannya, Dewi Nur menjelaskan bahwa pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang membutuhkan pendanaan dan investor melalui perdagangan surat berharga, seperti saham dan obligasi.

 

Ia merinci sejumlah produk investasi utama di pasar modal Indonesia, di antaranya saham, obligasi, reksa dana, exchange traded fund (ETF), derivatif, serta efek beragun aset (EBA). 

 

Seluruh instrumen tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia.

 

Menurut Dewi, pemahaman dasar sangat penting sebelum masyarakat membeli saham. Ia memperkenalkan konsep 3P, yakni Paham, Punya, Pantau.

 

“Pahami dulu sebelum membeli. Saya lebih senang kalau ada pertanyaan belum beli saham karena belum paham,” kata Dewi dihadapan pengurus Apindo Sulteng itu.

 

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya Single Investor Identification (SID) sebagai identitas tunggal investor yang diterbitkan KSEI dan menjadi syarat utama untuk bertransaksi di pasar modal.

 

Melalui kegiatan ini, BEI Sulteng dan APINDO berharap semakin banyak pelaku usaha daerah yang melek investasi, mampu mengelola dana secara produktif, serta memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pengembangan aset dan pendanaan usaha.

 

Sumber: radarpalu.jawapos.com

Copied.

Berita Lainnya

No Tanggal Terbit Judul Berita
Daftar Berita
1 Rabu, 16 April 2025 Pengukuhan dan Rakerkonprov I DPP APINDO Kalimantan Selatan
2 Minggu, 04 Agustus 2024 BPBD Riau bersama APINDO Jejaki Kerja Sama Penanggulangan Karhutla
3 Rabu, 11 Februari 2026 APINDO Dorong Kelulusan UMKM dalam Sustainability Reporting, Perkuat Daya Saing Berkelanjutan
arrow top icon