Workshop on U.S.- Indonesia Business Perspective Gaining and Sustaining Competitive Advantage

Hubungan perdagangan dan investasi, menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dilepaskan dari agenda peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi perdagangan internasional dan investasi dari mitra luar negeri, memiliki nilai valuasi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.
Pembentukan kerjasama dan dialog dengan  mitra luar negeri merupakan agenda penting dalam meningkatkan nilai penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Amerika Serikat merupakan salah satu mitra terbesar Indonesia dalam bidang hubungan dagang internasional dan investasi luar negeri menjadi tonggak penting sebagai partner PMA.
Untuk itu, isu yang berkaitan dengan sektor bisnis dan investasi dengan Anerika Serikat, menjadi topik dialog penting terutama kaitannya dengan konflik dagang A.S.-Cina yang telah berlangsung cukup alot.
Hal tersebut disampaikan dalam Workshop U.S.- Indonesia Business Perspective Gaining and Sustaining Competitive Advantage, yang digelar International Strategic Partnership Center (ISPC) APINDO bekerjasama dengan AmCham, Selasa, (20/8/2019). Sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang membahas problematika perang dagang dan bagaimana Indonesia mampu memanfaatkan situasi genting saat ini melalui kemitraan binsis dan investasi dengan A.S tersebut dibagi dalam beberapa panel diskusi. Diskusi pertama dibuka dengan sub-tema The Perspective of The Indonesian Government on the U.S.-China dispute and their anticipation of the magnitude and scope of its impacts dengan panelis: Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Dr. Ir. Kasan MM; Direktur Amerika Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika; Wakil Ketua Umum DPN APINDO, Shinta W. Kamdani.
Sementara itu, diskusi kedua membahas mengenai How U.S.-Indonesian Business Could Take Advantage of The Dispute dengan panelis Ketua Umum DPN APINDO, Hariyadi B. Sukamdani; Ketua The Indonesian Diaspora Business Council (IDBC),  Edward Wanandi; dan Konsultan Hukum Partner-Ali Budiarjo Nugroho, Reksodiputro (ABNR), Giffy Pardede.





Rabu, 28 Agustus 2019 |