Penciptaan Tiga Juta Lapangan Kerja Berkualitas per Tahun, Kontribusi APINDO bagi Kepemimpinan Nasional 2014


APINDO akan menyelenggarakan launching Roadmap Perekonomian pada Kamis (18/9/2014) dan akan diserahkan kepada Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih 2014 - 2019 dengan fokus Penciptaan Tiga Juta Lapangan Kerja Berkualitas Per Tahun.

APINDO melihat tantangan Indonesia ke depan berdasarkan beberapa aspek global:

  • Pasar global yang masih lemah dan melambatnya pertumbuhan Negara-negara berkembang di kawasan Asia, terutama RRT dan India;
  • Harga komoditas internasional yang akan tetap rendah secara permanen;
  • Berakhirnya era suku bunga rendah yang dipicu oleh penguranagan stimulus Federal Reserve sehingga menarik modal dari negara-negara berkembang kembali ke Amerika Serikat.

APINDO melihat pentingnya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, stabil, dan inklusif yang mampu menyediakan pekerjaan formal berkualitas melalui penciptaan tiga juta lapangan kerja per tahun selama 2014-2019.

Penciptaan 3 juta lapangan kerja per tahun selama 2014 - 2019, didasari pada perhitungan untuk menyerap 8,3 juta tambahan angkatan kerja selama periode 2014 - 2019 plus pengangguran tahun 2013 sebesar 7,2 juta, maka diperlukan lapangan kerja sejumlah 15,5 juta. Dengan demikian, diperlukan setidaknya penciptaan 3 juta lapangan kerja per tahun selama 2014 - 2019.

Roadmap Perekonomian ini dirumuskan melalui puluhan pertemuan sejak Maret sampai Juli 2014 yang menampung beberapa aspirasi dalam melakukan pembahasan bersama antara pelaku usaha, akademisi (UI, LPEM) dan think tank (KPPOD, CSIS), Pemerintah (Menteri, Wakil Menteri, dan Dirjen dari kementerian terkait), lembaga pembangunan internasional (World Bank, JICA), Kedubes dan kamar dagang dari mancanegara (AS, Inggris, Australia, Belanda, EU, JCC)

Roadmap perekonomian ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang terukur dalam jangka waktu yang spesifik: 100 hari, 1 tahun, dan 5 tahun, meliputi lima sektor kebijakan, yaitu Pangan & Pertanian, Energi, Manufaktur, Jasa, dan Finansial; dan lintas sektor terkait kepastian hukum, otonomi daerah, reformasi birokrasi, kebijakan makro, dan infrastruktur.

Salah satu contoh program 100 hari yang harus dikejar pemerintah adalah memotong subsidi konsumsi energi terutama melalui kenaikan harga BBM dan melakukan perbaikan sistem pasca panen komoditas pangan dengan pengadaan penggilingan beras modern serta pengeringan padi dan beras beserta fasilitas penunjang.

Kebijakan lain dalam program ini adalah adanya perbaikan sistem pasca panen komoditas pangan strategis. Perbaikan ini dapat dilakukan melalui pengadaan penggilingan beras modern dengan skala kecil, menengah, hingga besar, di seluruh sentra produksi beras, terutama di sebelas provinsi sehingga menghasilkan tambahan sebesar 4,5 juta ton beras.

Proram 1 tahun diantaranya adalah meningkatkan anggaran publik untuk infrastruktur untuk menaikkan rasio infrastruktur terhadap PDB dari 2.5% menuju 5.5% agar mampu menunjang aktivitas bisnis dan kesempatan kerja di seluruh Indonesia.

Pada lintas sektor terkait tata kelola hukum dan pemerintahan, pemerintahan diberikan rekomendasi untuk menghentikan kriminalisasi kasus perdata oleh Polri dan Kejaksaan Agung yang dapat merongrong kewibawaan Pengadilan Tipikor, Polri, dan Kejaksaan Agung sendiri.

Terkait program transformasi dalam jangka waktu lima tahun, beberapa rekomendasi kebijakan dituangkan dalam roadmap, diantaranya implementasi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatus Sipil Negara yang memungkinkan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari swasta untuk mengisi lemahnya kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di berbagai bidang.

Adanya peningkatan profesionalisme aparat penegak hukum yang memiliki perspektif ekonomi, selain penguasaan teknis hukum, dalam menjalankan tugasnya demi penciptaan iklim investasi yang lebih baik.

Keterlibatan pelaku usaha dan stakeholder terkait dalam setiap pembentukan peraturan perundang-undangan yang terkait aktivitas usaha juga dinilai perlu dilakukan pemerintah dalam program transformasi lima tahun mendatang.







Selasa, 16 September 2014 |