Kunjungan Pengurus DPP APINDO Jawa Tengah & NTT ke Kabupaten Timur Tengah Selatan & Timur Tengah Utara

Pengembangan motif tenun & pembentukan kelompok usaha di tiap desa  Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) & Timur Tengah Utara (TTU) adalah rekomendasi yang disampaikan dari kunjungan selama empat hari para pengurus DPP APINDO ke Kaupaten TTS & TTU. Rekomendasi ini sisampaikan oleh Ketua DPP APINDO NTT Fredy Ongko seusai pertemuan dengan Bupati TTS dan TTU pada tanggal 18-21 Agustus 2014 lalu. Selain dua rekomendasi tersebut Sekjen DPP APINDO Jawa Tengah Royke Joenan juga menggaris bawahi bahwa DPP APINDO Jawa Tengah membuka kesempatan kerjasama dengan Kabupaten TTS & TTU untuk pelatihan dan penempatan tenaga kerja kaum muda dari wilayah TTS & TTU di perusahaan-perusahaan anggota APINDO Jawa Tengah.

Kerjasama dengan DPP APINDO Jawa Tengah ini digagas oleh Plan Indonesia melalui program pemberdayaan ekonomi perempuan muda yang pada saat ini sedang dilakukan bersama-sama dengan DPN APINDO. Melalui kerjasama tersebut APINDO diharapkan tidak hanya membantu pengembangan potensi lokal yang ada di kabupaten TTS & TTU tetapi juga dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan bagi kaum muda yang untuk dapat bekerja di di perusahaan-perusahaan APINDO.

Kunjungan kerja pengurus DPP APINDO Jawa Tengah & NTT dilakukan dalam rangka pengembangan potensi lokal yang ada di ke-dua wilayah tersebut serta memaksimalkan peranan APINDO dalam penyelenggaraan program pemberdayaan ekonomi perempuan muda. Ikut dalam rombongan tersebut  diantaranya adalah Sekjen, Pengurus Bidang UKM-IKM & Perwakilan Pengusaha DPP APINDO Jawa Tengah. Selain itu Ketua & Sekjen DPP APINDO NTT juga turut hadir di berbagai pertemuan yang dilakukan sepanjang 18-21 Agustus 2014 lalu.

Selain melakukan pembicaraan dengan Bupati TTS & TTU rombongan juga melakukan kunjungan ke berbagai tempat diantaranya adalah wilayah perkebunan milik salah seorang petani sukses di Soe (Yon Sabuna), Pusat Pengembangan Alat Tenun di Soe & Kelompok Tenun Wanita Nespol di Kefa.

Tak hanya bercerita tentang seni memintal kapas hingga menjadi sebuah kain tenun cantik, ibu-ibu di kelompok tenun ini juga membagi ilmunya kepada rombongan dari dua DPP APINDO tentang tekhnik pewarnaan alami yang masih mereka gunakan dalam pembuatan tenun tersebut. Ketua Kelompok Tenun Nespol, Mama Elisabeth juga menceritakan tentang komposisi anggota kelompoknya yang terdiri dari 25 orang perempuan dengan latar belakang usia yang cukup bervasiasi mulai dari 20-80 tahun.






Kamis, 21 Agustus 2014 |