Kelompok Kerjasama Dunia Usaha Indonesia – Australia bahas Kerjasama Ekonomi di Perth

Para pemimpin dunia usaha yang tergabung dalam Kelompok Kerjasama Dunia Usaha Indonesia-Australia (IA BPG) bertemu di Perth hari ini (26/4/2016) dan membuat rencana untuk menginformasikan negosiasi dalam Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA).

Pertemuan ini menandai dimulainya fase kedua dari aktifitas IA BPG yang dilaksanakan pada waktu yang sama dengan dilanjutkannya negosiasi IA-CEPA oleh pemerintah Australia dan Indonesia.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari The Australian Chamber of Commerce and Industry, APINDO, KADIN, The Australian Industry Group, The Australia-Indonesia Business Council, The Indonesia-Australia Business Council and Kiroyan Partners.

Pertemuan tersebut mengkaji kembali hasil utama dari fase pertama kerjasama yakni Position Paper IA-BPG dan mendiskusikan langkah selanjutnya. Rapat tersebut juga membahas hal-hal administratif bagi BPG, termasuk berkaitan dengan anggaran belanja dan kerangka waktu kerjasama, serta mendiskusikan cara terbaik untuk melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam komunitas dunia usaha kedua negara. Para peserta diberikan penjelasan singkat mengenai fase pertama dan peluang serta tantangan yang mungkin dihadapi ke depan.

Selain itu, pertemuan Roundtable Stakeholder tersebut juga memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan hambatan terhadap hubungan kerjasama yang ideal antara Australia dan Indonesia.

BPG berencana untuk memberikan masukan terbaru untuk negosiasi IA-CEPA pada akhir Juni 2016 dengan kerangka kerjasama hingga Juni 2017.

Kelompok tersebut akan menyediakan masukan bagi kerjasama dunia usaha Indonesia - Australia kepada para negosiator terkait isu kerjasama perdagangan, investasi dan ekonomi yang oleh dunia usaha dianggap penting untuk dibahas dalam IA-CEPA.

Masukan tersebut akan mengidentifikasi hambatan bagi hubungan bilateral di bidang perdagangan dan investasi serta memberikan sejumlah rekomendasi terhadap langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menghapus atau mengurangi halangan tersebut. Masukan tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memungkinkan penyebaran manfaat secara luas.

Kelompok tersebut akan berkonsultasi secara ekstensif dengan para pemangku kepentingan di sektor swasta di kedua negara. Diharapkan kegiatan konsultasi tersebut akan menarik lebih banyak masukan dari dunia usaha dan dapat membantu menyelesaikan isu-isu yang sulit disepakati dalam proses negosiasi.

BPG bertujuan untuk:

  • Membahas isu-isu terkini terkait perdagangan, investasi, dan profil kerjasama ekonomi antara dua negara;
  • Mengidentifikasi peluang-peluang ekonomi, investasi dan perdagangan sektoral di kedua negara, juga bagaimana kerjasama ekonomi mampu mempersempit perbedaan tingkat pembangunan di dua negara;
  • Mengidentifikasi halangan untuk peningkatan investasi dan perdagangan dua arah, membangun interaksi ekonomi yang lebih besar, termasuk cakupan kerjasama bagi kedua negara untuk memfasilitasi akses ke pasar (negara) ketiga, serta memfasilitasi peningkatan partisipasi dalam rantai produksi global (global value chain);
  • Menilai langkah-langkah agar investasi dan perdagangan yang meningkat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan yang berkelanjutan, dan memungkinkan manfaat-manfaat tersebut terdistribusikan secara luas dalam perekonomian kedua negara, termasuk kepada UKM dan daerah;
  • Menawarkan mekanisme dan tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi hambatan kerjasama, serta memfasilitasi penyebarluasan manfaat dari integrasi ekonomi yang meningkat;
  • Membuat rekomendasi terhadap isi perjanjian, negosiasi dan implementasi IA-CEPA; dan
  • Memperkuat pemahaman dan kerjasama komunitas dunia usaha Indonesia dan komunitas dunia usaha Australia serta memberikan kontribusi bagi pembangunan dialog yang efektif antara sektor publik dan swasta.







Selasa, 26 April 2016 |