Company Visit ke Perusahaan Anggota DPN APINDO

Curhat Cuma-Cuma (Curcuma): Jembatan Komunikasi Karyawan dan Manajemen PT FIF Group

Sebagai salah satu anggota aktif DPN APINDO, PT FIF pernah meraih penghargaan LKS Bipartit sebagai salah satu perusahaan harmonis di beberapa daerah. Prestasi ini diperoleh karena perusahaan tersebut selalu menjalin komunikasi yang baik dengan para pekerjanya. Komunikasi yang terbangun antara perusahaan dan pekerja dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui Ikatan Pekerja dan media kreatif yang diciptakan oleh Departemen HR & IR, yaitu melalui program Curcuma (Curhat Cuma - Cuma).

Menurut Vice President, Chief of Human Capital PT FIF, Setia Budi Tarigan, Curcuma pertama kali diperkenalkan oleh FIF Group pada tahun 2007 yang dimasukkan dalam portal internal perusahaan sehingga diharapkan dapat tersosialisasi luas kepada seluruh karyawan.

Pembentukan Curcuma tersebut ditujukan untuk menjembatani komunikasi antara manajemen dengan karyawan di semua level. Budi mengungkapkan, dalam rangka menjamin kerahasiaan pelapor dan independensi, maka Curcuma dikelola oleh IKAFIF (Ikatan Karyawan FIFGROUP). Dengan demikian, jati diri para pelapor dijamin kerahasiannya dan mereka tidak perlu merasa khawatir diantara karyawan mendapatkan sanksi dari atasan jika mengadukan keluh kesahnya ataupun temuan pelanggaran peraturan perusahaan kepada pihak manajemen.

Untuk menyampaikan keluh kesanya melalui Curcuma, para karyawan cukup membuka tautan (link) pada portal internal yang telah tersedia di seluruh cabang Perusahaan dan Pos. Selanjutnya, para pelapor dapat melakukan pengisian formulir keluh kesahnya yang ditujukan kepada PIC IKAFIF. Formulir keluh kesah tersebut kemudian akan diteruskan kepada pihak manajemen untuk mendapatkan respon balik tanpa perlu mencantumkan jati diri pelapor.

Proses follow up atas informasi atau keluhan melalui Curcuma akan disampaikan kepada manajemen yang dituju, seperti kepada Kepala Cabang, Kepala Wilayah, atau Dept. Head yang mengelola objek keluh kesah yang disampaikan karyawan tersebut, termasuk memastikan keluh kesah dan laporan tersebut ditanggapi dan dijawab.

Budi menambahkan, pada dasarnya tidak ada batasan isu atau keluhan yang disampaikan melalui Curcuma. Namun dari data yang diterima, permasalahan yang umumnya menjadi informasi atau keluhan adalah mengenai hak normatif karyawan, misalnya: upah lembur, tunjangan, kenaikan upah dan laporan pengaduan adanya indikasi pelanggaran yang menyebabkan keresahan di kalangan karyawan cabang, baik berupa pelanggaran moralitas, etika, maupun pelanggaran yang tergolong kesalahan berat.

Diantara beragam informasi maupun keluhan yang disampaikan melalui Curcuma, Budi mengungkapkan ada satu informasi yang menurutnya menarik, terkait kesewenangan Kepala Cabang dalam memimpin. Informasi menyebutkan jika banyak Kepala Cabang muda yang mempraktekkan kepemimpinan secara otoriter. Informasi ini kemudian ditanggapi dan digunakan sebagai bahan materi Branch Manager Development Program (BMDP).

Hadirnya program Curcuma ini dirasa sangat efektif dalam menciptakan suasana keterbukaan di kalangan karyawan. Di sisi lain, Curcuma juga memastikan seluruh regulasi dan kebijakan internal dilaksanakan dengan benar dan menjadikan karyawan sebagai mitra efektif untuk mengawasi pelaksanaan hal tersebut di lapangan.

Munculnya budaya keterbukaan komunikasi diantara karyawan dan manajemen melalui Curcuma tersebut disadari menjadi salah satu perubahan positif bagi PT FIF Group. Perusahaan juga mendapatkan dukungan kepercayaan dari para karyawan terhadap penyaluran keluh kesahnya serta adanya upaya saling cross check yang positif dalam implementasi peraturan internal yang berlaku. Budi mengakui jika informasi yang diperoleh melalui Curcuma banyak digunakan untuk perbaikan proses, kebijakan, dan juga sejumlah materi pengembangan karyawan dalam bentuk pelatihan (training).






Senin, 25 April 2016 |