Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Kurs Jual Beli
 
Solusi Sistem Alih Daya

Demo penolakan sistem alih daya (outsourcing) telah melumpuhkan sebagian besar kawasan industri. Tak terhitung kerugian akibat demo ini.

Dalam demo 3 Oktober lalu, penyisiran dan pemaksaan pekerja agar ikut demo masih terjadi. Padahal, sudah ada larangan dan jaminan dari Kapolri.

Salah satu petinggi Serikat Pekerja yang memimpin demo mengatakan akan terus menggerebek pabrik-pabrik yang tidak mau demo. Bahkan, tanpa rasa bersalah ia berkata hanya sedikit pagar pabrik yang dirubuhkan.

Read more...
 
ASEAN-Latin Business Forum: Ajang Pemetaan Potensi dan Hambatan Kerja Sama Ekonomi Antarkawasan

Jakarta – ASEAN-Latin Business Forum yang ke-3 digelar di Jakarta, Senin (9/7) lalu. Bertempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, acara ini dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mengusung tema 'Towards A Sustainable Future’, forum bisnis dua hari ini mencoba memetakan peluang dan hambatan kerja sama perdagangan dan investasi di antara kedua kawasan.

Read more...
 
Kedelai: Harga Melejit, Perajin Menjerit

Tempe dan tahu disinyalir akan hilang dari pasaran selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, sejak Rabu (25/7) lalu hingga Jumat (27/7) mendatang perajin tahu dan tempe mogok produksi. Aksi ini dilakukan menyusul melonjaknya harga kedelai dari Rp 5.500 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram.

Lonjakan harga kedelai yang drastis ini membuat perajin tempe dan tahu menjerit. Dengan harga kedelai yang melambung, keuntungan yang mereka peroleh habis untuk menutup biaya pembelian bahan baku. Sebagian perajin menyiasati kenaikan harga ini dengan mengurangi produksi atau memperkecil volume tempe yang dijual, tapi cara ini tetap tak banyak membantu mereka menutup kerugian. Sebagian perajin lainnya memilih beralih ke kedelai berkualitas rendah demi harga yang lebih murah. Akibatnya, tempe dan tahu yang dihasilkan pun berkualitas jelek.

Read more...
 
31 Asosiasi Industri Tolak Kenaikan Harga Gas Industri

Jakarta – Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga gas industri sebesar 55 persen menuai penolakan dari kalangan industri. Tidak kurang dari 31 asosiasi industri yang tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Industri menyatakan penolakannya. Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di kantor APINDO, Jumat (8/6). “Bagi industri yang menggunakan gas, biaya penggunaan gas berpengaruh sekitar 15-20 persen dari biaya produksi. Oleh karena itu, kenaikan harga gas yang mencapai 55 persen akan sangat membebani kinerja perusahaan dengan membengkaknya biaya produksi. Hal ini akan berdampak pada turunnya tingkat daya saing sektor industri nasional di pasar internasional,” jelas Ketua DPN APINDO Sofjan Wanandi.

Read more...
 


search canakkale vergi mevzuati bagimsiz denetim kanunlar web security engelliler teknoloji sgk bagimsiz denetim bagimsiz denetim sorgulama internet security mevzuat vergi ve sgk mevzuati