Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Kurs Jual Beli
 
Home Berita & Artikel News Produk Indonesia Kalah Bersaing dengan Barang Impor, Apindo Salahkan Pemerintah
Produk Indonesia Kalah Bersaing dengan Barang Impor, Apindo Salahkan Pemerintah PDF Print E-mail
Written by www.bisnis.com   
Saturday, 23 February 2013 00:00

JAKARTA,KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan hingga saat ini produk-produk buatan Indonesia masih belum mampu bersaing dengan produk-produk impor khususnya dari China.

"Kita itu memang memerlukan barang-barang murah seperti dari China tersebut, namun kita masih belum bisa bersaing dengan barang impor itu," kata Sofyan, di Jakarta, Selasa (19/2/2013). Dia mengatakan ada banyak kendala dan penyebab belum bersaingnya produk Indonesia tersebut. Sofyan menegaskan kebijakan Pemerintah merupakan salah satu kendala dan penyebab itu.

"Saat ini mudah-mudahan didengarkan pemerintah, karena kita ketinggalan akibat kebijakan pemerintah," kata Sofyan. Selain regulasi, imbuh dia, masalah infrastruktur juga menjadi kendala lain. Berikutnya adalah produksi biaya tinggi, serta upah yang lebih tinggi dibandingkan di China dan Vietnam. dan Vietnam.

"Semua ini tidak lepas dari kebijakan yang salah dari pemerintah dengan tidak segera melakukan perbaikan," tegas Sofyan.

Sebelumnya, Minggu (3/2/2013), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara Dantes Simbolon mengatakan China telah mencatatkan diri sebagai negara pemasok utama berbagai jenis barang kebutuhan pokok bagi masyarakat Sulawesi Utara selama 2012. Nilai barang impor dari China di pronvinsi ini mencapai 33,1 juta dolar AS.

"Impor berbagai jenis produk kebutuhan masyarakat dari China mengalami peningkatan berkisar 84 persen dibandingkan 2011 yang hanya senilai 18 juta dolar AS," kata Dantes, di Manado, saat itu. Dengan peningkatan tersebut, barang dari China mendominasi pasar impor Manado, dengan porsi mencapai 27,09 persen.

"Banyak produk China yang masuk ke Sulut pada 2012 dengan kecenderungan terus meningkat dari tahun ke tahun," kata Dantes. Menyusul China, Australia menjadi pemasok barang impor terbesar kedua di Sulawesi Utara, senilai 20,3 juta dolar AS atau 16,61 persen produk impor. Berikutnya Malaysia senilai 16,9 juta dolar AS dan Thailand 12,4 juta dolar AS, berturut-turut menyumbang porsi 13,79 persen dan 10,16 persen pemasok barang impor.

Meski demikian, Dantes menyebutkan total barang impor yang masuk ke wilayahnya pada 2012 berkurang dibandingkan setahun sebelumnya. Pada 2012, total nilai barang impor yang masuk ke Sulawesi Utara adalah 122,2 juta dolar AS, sementara pada 2011 mencapai 144,4 juta dolar AS.

Selain itu, dia meminta pemerintah ikut serta dalam memanfaatkan kerjasama seperti ini. Pasalnya, pengalaman secara internasional sangat dibutuhkan, agar tidak kalah dalam persaingan global.

"Pemerintah kita harus ikut serta, karena itu kita yang ketinggalan di dalam pemerintah baik dalam regulasi dan infrastruktur, untuk berkompetisi di dunia ini pengalaman-pengalaman mereka yang secara internasional itu kita butuhkan. Jika tidak, kita akan kalah terus di dalam persaingan global ini," tukas dia.

 
search canakkale vergi mevzuati bagimsiz denetim kanunlar web security engelliler teknoloji sgk bagimsiz denetim bagimsiz denetim sorgulama internet security mevzuat vergi ve sgk mevzuati