Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Buka MUNAS APINDO X

Musyawarah Nasional (MUNAS) diselenggarakan sebagai keseimbangan bagi APINDO yang merupakan representasi Pengusaha dalam Tripartit. Apabila Pengusaha maju, maka Karyawan dan Pemerintah akan sejahtera. Oleh karenanya, tugas Pemerintah maupun APINDO perlu menciptakan cara yang menjadikan kondisi usaha di Indonesia berjalan dengan baik dan tercapainya hubungan baik antara Pengusaha, Pemerintah, dan Karyawan.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke x tahun 2018 di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (24/04). Tampak hadir dalam Pembukaan MUNAS tersebut, diantaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.Sementara itu Wapres di dampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres, Mohamad Oemar; Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi.

Ia juga mengungkapkan, meskipun Revolusi Industri 4.0 saat ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pengusaha, namun produktivitas tetap menjadi tujuan dari semua sistem ekonomi yang ada. "Industri dan produktivitas itu tetap menjadi andalan dan menjadi pokok daripada perkembangan perekonomian itu sendiri," ungkap Kalla.

Oleh karena itu, Wapres mengharapkan pengusaha, pekerja dan pemerintah dalam hubungan industrial harus selalu terjaga keseimbangannya. "Pengusaha perlu menjaga kondisi dunia usaha berjalan dengan baik," urainya.

Lebih lanjut Wapres menuturkan pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada dua tahun terakhir ini menjadikan Indonesia di posisi menengah diantara negara-negara Asia, artinya Indonesia masih memiliki peluang untuk bisa terus baik dengan catatan adanya peningkatan investasi dari pemerintah dan pengusaha."Pemerintah selalu memperbaiki bagaimana memudahkan para pengusaha untuk berinvestasi disamping investasi pemerintah," ujar Kalla.

Di forum lima tahunan itu, Wapres menegaskan majunya dunia usaha oleh para pengusaha selain memperoleh keuntungan, ia (perusahaan) juga harus meningkatkan kesejahteraan karyawannya dan meningkatkan pembayaran pajaknya ke negara. "Hal inilah yang menjadi tiga rumusan yang pasti dalam hubungan tripartit," terangnya.

Sebelumnya Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah ketenagakerjaan tidak dapat berdiri sendiri, tapi sangat terkait dengan iklim investasi, yang kondusif akan meningkatkan penciptaan lapangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

MUNAS APINDO X bertemakan "Dunia Usaha Kuat, Rakyat Sejahtera: Reformasi Sumber Daya Manusia Untuk Mengatasi Kesenjangan Ekonomi" dan dihadiri perwakilan APINDO dari 34 Provinsi, kamar dagang asing, duta besar negara sahabat dan stakeholder terkait. Selain membahas isu strategis terkait kesiapan tenaga kerja menghadapi Revolusi Industri 4.0, MUNAS tersebut juga akan memilih ketua umum Apindo periode 2018 - 2023.






Selasa, 24 April 2018 |