Wakil Presiden RI Dijadwalkan Buka Rakerkonas APINDO ke-29 di Batam

APINDO gelar Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-29 bertemakan "Meningkatkan Daya Saing Melalui Reformasi Ketenagakerjaan dan Output Produksi Nasional" yang akan diselenggarakan pada Selasa - Rabu (2-3/4/2019) di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini diagendakan akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Direktur Utama BPJS Kesehatan dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan, termasuk sekitar 1.000 peserta diharapkan hadir dalam acara ini, baik dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO, Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) APINDO, Anggota Luar Biasa APINDO, Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota APINDO dari seluruh Indonesia, maupun tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, dalam Musprov yang diselenggarakan pada Sabtu (30/3/2019) secara aklamasi menunjuk Ir. Cahya kembali menduduki Ketua APINDO Kepulauan Kepri periode 2019 - 2024.

Rakerkonas merupakan pertemuan tahunan APINDO untuk mencermati dan menyikapi perkembangan dunia usaha, khususnya masalah ketenagakerjaan, Hubungan Industrial dan perkembangan investasi. Rakerkonas APINDO menjadi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga APINDO untuk mengevaluasi dan menyusun kembali Program Kerja Organisasi selama satu tahun mendatang. Kegiatan ini juga menjadi sarana konsultasi dan konsolidasi internal organisasi.

Dengan adanya Rakerkonas tersebut, diharapkan para pelaku usaha mampu bersinergi dengan Pemerintah untuk meningkatkan kinerja perekonomian di masing-masing daerahnya yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing nasional.

APINDO menyadari, diperlukan sejumlah upaya untuk mencapai hal tersebut, diantaranya dengan menjaga dan meningkatkan iklim investasi melalui Hubungan Industrial harmonis, dinamis dan berkeadilan. Dialog sosial dengan Pemerintah, para Pelaku Usaha dan Pekerja juga perlu diupayakan. Selain itu, penegakan dan kepastian hukum dan menjamin kebijakan publik yang lebih baik.

 

Reformasi Ketenagakerjaan di Era Revolusi Industri 4.0

Menurut Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani, Pelaku Usaha di berbagai sektor industri dalam memasuki era disrupsi teknologi atau Revolusi Industri 4.0 dituntut melakukan penyesuaian sehingga tercapai sasaran efisiensi bagi kepastian besaran biaya produksi yang menjadi tolak ukur dunia usaha dan industri. "Penciptaan efisiensi biaya produksi dan hasil produksi yang berlipat dapat diupayakan melalui pengembangan dan penyegaran industri manufaktur Indonesia yang berbasis ekonomi digital dalam memasuki era Industri 4.0," terang Hariyadi.

Sementara itu, dalam konteks Hubungan Industrial baik bipartit maupun tripartit, Hariyadi menilai tantangan Industri 4.0 harus disikapi dengan karakter dan pola baru. "Sudah saatnya Hubungan Industrial tidak lagi berkutat pada persoalan konvensional seperti freedom of association, collective bargaining, pengupahan dan sebagainya. Hubungan bipartite dan tripartite saat ini diharapkan lebih menekankan pada upaya pengembangan keterampilan dan dialog sosial sebagai platform baru Hubungan Industrial," paparnya.

Sinergitas APINDO dengan Pemerintah

Sebagai bentuk sinergitas APINDO dengan Pemerintah, saat ini APINDO tengah menyusun Roadmap Perekonomian yang merupakan kontribusi pemikiran para pelaku usaha bagi kepemimpinan Nasional 2019 - 2024. Roadmap tersebut diharapkan mencerminkan pandangan, pemikiran dan harapan Dunia Usaha untuk meningkatkan daya saing nasional.

Dalam Rakerkonas ini para perwakilan Pengurus dari APINDO Daerah akan dibagi ke dalam beberapa Komisi untuk membahas sejumlah tantangan yang muncul di daerah masing-masing, termasuk pengembangan Sekretariat dan Organisasi internal APINDO. Hariyadi berharap, Rakerkonas ini dapat merumuskan sejumlah pemikiran konstruktif yang pada akhirnya mewujudkan daya saing dan produktifitas dalam rangka meningkatkan output perekonomian Nasional.






Wakil Presiden RI Dijadwalkan Buka Rakerkonas APINDO ke-29 di Batam



Senin, 01 April 2019 |