Rekruitmen Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Indutrial dan Mahkamah Agung

Pelaksanaan rekruitmen Calon Hakim Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung Tahun 2015, dalam rangka untuk mengisi atau menggantikan Hakim Ad Hoc yang akan berakhir masa tugasnya pada bulan Maret 2016. Keberadaan Hakim Ad Hoc ini sangat dibutuhkan mengingat kurangnya Hakim Ad Hoc untuk penyelesaian hubungan industrial di Pengadilan Hubungan Industrial maupun di Mahkamah Agung.

DPN APINDO mengetahui informasi bahwa akan dilaksanakan Rekruitmen Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung Tahun 2015, yang mewakili unsur Pengusaha dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh melalui website Kementerian Ketenagakerjaan R.I. Langkah selanjutnya DPN APINDO menyampaikan surat resmi mengenai informasi Rekruitmen Calon Hakim Ad Hoc kepada 33 (tiga puluh tiga) DPP APINDO di seluruh Indonesia.

Adapun ketentuan DPN APINDO kepada para Ketua DPP APINDO di seluruh Indonesia mengenai Surat Lamaran bagi Calon Hakim Ad Hoc tingkat PHI dan tingkat Kasasi sebagai berikut :

  1. Calon Hakim Ad Hoc tingkat PHI didaftarkan oleh DPP APINDO wilayah Propinsi masing-masing kepada Disnaker. DPN APINDO memberikan rekomendasi untuk calon Hakim Ad Hoc tingkat PHI;
  2. Calon Hakim Ad Hoc tingkat Kasasi didaftarkan oleh DPN APINDO kepada Kemenaker R.I. Bagi DPP APINDO yang mempunyai calon Hakim Ad Hoc untuk tingkat Kasasi dapat mengirimkan data calon yang bersangkutan kepada DPN APINDO untuk didaftarkan kepada Kemenaker R.I.

Panitia Seleksi Kemenaker menetapkan Persyaratan Umum sebagai berikut :

  1. Calon Hakim Ad Hoc tingkat PHI dan Kasasi minimal berusia 30 tahun dan maksimal 57 tahun, sedangkan untuk tingkat Kasasi maksimal berusia 62 tahun pada tanggal 1 April 2016;
  2. Dokumen bukti berpengalaman di bidang hubungan industrial minimal 5 tahun dilampirkan;
  3. Surat Pernyataan bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia diatas kertas bermeterai Rp. 6000,-;
  4. Bersedia mengganti biaya seleksi dan pendidikan apabila mengundurkan diri sebagai Hakim Ad Hoc PHI dan Kasasi sebesar nilai yang ditetapkan oleh Panitia;
  5. Hakim Ad Hoc PHI yang masih duduk dan sudah perpanjangan 1 kali dapat mengikuti seleksi Calon Hakim Ad Hoc Kasasi sepanjang memenuhi persyaratan;
  6. Hakim Ad Hoc Kasasi yang masih duduk dan sudah perpanjangan 1 kali, tidak dapat mengikuti seleksi Calon Hakim Ad Hoc di PHI;
  7. Seluruh persyaratan administrasi Calon Hakim Ad Hoc di PHI dimasukkan dalam amplop tertutup warna coklat polos dengan mencantumkan Kode PHI dengan dilengkapi pula nomor telepon atau No. HP pada sudut kanan atas surat permohonan maupun pada Amplop surat;

Proses rekruitmen melalui beberapa tahapan seleksi sebagai berikut :

  1. Pendaftaran dimulai tanggal 23 Juli - 31 Juli 2015, pada hari kerja jam 09.00 - 15.0009.00 - 15.00 waktu setempat. Para calon Hakim menyerahkan dokumen sesuai yang telah ditentukan panitia seleksi;09.00 - 15.0009.00 - 15.00
  2. Seleksi Administrasi dilaksanakan sekitar tanggal 3 - 6 Agustus 2015, dalam rangka menentukan nominasi calon Hakim Ad Hoc PHI dan MA;
  3. Pengumuman hasil nominasi calon Hakim Ad Hoc PHI dan MA pada tanggal 7 Agustus 2015, masing-masing Disnaker Propinsi dan Kemenaker menerbitkan Surat Keputusan tentang para calon Hakim Ad Hoc yang lulus seleksi administrasi;
  4. Pelaksanaan Tes Tertulis dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 20 Agustus 2015, dan serentak diadakan  di seluruh Indonesia.

Sekilas tentang Calon Hakim Ad Hoc PHI dan MA:

a.   Dari 15 nominasi yang mengikuti seleksi tes tertulis Calon Hakim Ad Hoc MA, tercatat 12 orang lulus seleksi.

b.  Terdapat empat DPP APINDO yang tidak mengirimkan Calon Hakim PHI: Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Barat,  dan Maluku Utara.

Serikat Pekerja yang tidak mencalonkan Calon Hakim Ad Hoc PHI di Kalimantan Tengah, NTB, dan Papua.

c.   DPP APINDO yang terbanyak mengusulkan Calon Hakim Ad Hoc PHI dan lulus seleksi tertulis:

  • Jawa Timur : 15 orang
  • Riau : 13 orang
  • Jawa Tengah : 11 orang
  • DKI : 10 orang
  • Banten : 10 orang

d.   DPP APINDO yang mencalonkan Calon Hakim Ad Hoc PHI satu orang: Bengkulu, Kalimantan Barat, Papua, dan Papua Barat.

Serikat Pekerja yang mencalonkan Calon Hakim Ad Hoc PHI satu orang: Bengkulu, Bali, NTT, dan Papua Barat

e.   Jumlah keseluruhan yang lulus seleksi tertulis unsur APINDO tingkat PHI di seluruh Indonesia: 140 orang dan unsur Serikat Pekerja/ Serikat Buruh: 128 orang.

Pengumuman lengkap nominasi Calon Hakim Ad Hoc tingkat PHI dan MA, klik di sini.

       5. Para Calon Hakim Ad Hoc tingkat PHI dan MA yang telah lulus seleksi tes tertulis selanjutnya dapat mengikuti seleksi kompetensi yang akan dilaksanakan oleh Mahkamah Agung untuk nominasi calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dan oleh Komisi Yudisial untuk nominasi calon Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung. Waktu dan tempat pelaksanaan seleksi kompetensi akan ditentukan oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.






Selasa, 08 September 2015 |