Peran strategis Rakerkonas terkait momentum pemerintahan baru dan dinamika saat ini

Rakerkonas mempunyai peran sangat strategis terkait momentum pemerintahan baru dan juga melihat dinamika saat ini. Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani menyampaikan hal tersebut dalam Pembukaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO ke-26 pada Selasa (20/1/2015).

Menurut Hariyadi, Rakerkonas tahun ini mengangkat tema masalah pengupahan. "Pengupahan yang kita alami dalam waktu 20 tahun terakhir, maka yang kita lihat sebetulnya kebijakan yang tidak bisa sepenuhnya dapat diimplementasikan sesuai dengan apa yang digariskan Undang -Undang. Oleh karena itu, pada rakerkonas kali ini kita ingin bahas secara tuntas untuk menyamakan persepsi bagaimana kita mengantisipasi menyangkut masalah pengupahan," ujarnya.

Ia menambahkan jika masalah pengupahan tidak semata-mata hanya bicara penentuan besaran upah, namun justru yang melekat di dalam upah itu banyak yang menyertai, yaitu antara lain penghitungan jaminan sosial baik BPJS kesehatan maupun BPJS tenaga kerja yang semuanya menyangkut prosentase terhadap upah.

Rakerkonas ke-26 yang diselenggarakan hingga Kamis (22/1/2015) dihadiri Ketua APINDO Daerah dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema "Mewujudkan Kebijakan dan Kelembagaan Pengupahan Berkualitas Untuk Peningkatan Produktivitas".

Rakerkonas diisi dengan Pembekalan dan Dialog Interaktif ini merupakan forum koordinasi antara Kepengurusan APINDO secara Nasional dengan Kepengurusan APINDO Provinsi dan diharapkan menjadi sarana dalam mencari solusi terhadap berbagai dinamika yang berlangsung dalam bidang investasi, perdagangan, dan ketenagakerjaan sehingga mampu memberi landasan kuat bagi struktur makroekonomi Indonesia ke depannya.

Tahun ini, Rakerkornas APINDO mengangkat tema Dialog Interaktif dalam Rakerkonas akan membahas tiga tema yang terkait Pengupahan dan Kemampuan Daya Dukung Perekonomian, Ekonomi dan Iklim Investasi, dan Sistem Penerapan Upah.

Tantangan di bidang investasi dan perdagangan, ketenagakerjaan dan pengupahan, serta dinamika dunia usaha saat ini disadari membawa implikasi terhadap perkembangan dunia usaha dalam negeri, dinamikan investasi, dan tingkat kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.

Dalam sambutannya, Ketua APINDO Anthony Hilman mengatakan Rakerkonas diisi dengan rapat konsultasi yang didahului dengan rapat koordinasi tentang pengupahan. Selain itu, para ketua DPP APINDO seluruh Indonesia juga hadir dalam penandatanganan MOU antara APINDO, Forum Rektor Indonesia, dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. "Penandatangan MOU ini ditujukan bagi mahasiswa yang ingin magang di perusahaan. Hal ini merupakan sumbangsih APINDO bagi bangsa dan negara," papar Anthony.

Selain menghadiri penandatanganan MOU dengan Wakil Presiden RI dan menghadiri dialog interaktif dengan sejumlah menteri, Kepala BKPM, para peserta melakukan Rakerkonas pengupahan untuk membuat kesepakatan nasional. "Sikap APINDO terhadap mekanisme penetapan Upah Minimum untuk tahun-tahun berikutnya agar ada keseragaman langkah dan gerak APINDO secara nasional," urai Anthony.  

Pemberian pembekalan Rakerkornas APINDO ke-26 ini diharapkan memberikan wawasan bagi para peserta terkait pengembangan produktivitas berbasis knowledge-base melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. Rakerkonas ini juga menjadi ajang dalam menyuarakan harapan peserta kalangan Dunia Usaha kepada pemerintah mengenai perkembangan paradigma baru beserta harapan ke depannya.








Rabu, 21 Januari 2015 |