Penutupan proyek EU – ACTIVE jadi awal perjalanan baru capai negosiasi Indonesia – Uni Eropa melalui CEPA

Pertemuan penutupan proyek dan presentasi key results yang diadakan APINDO dalam kerjasamanya dengan Uni Eropa melalui program Advancing Indonesia's Civil Society in Trade and Investment (ACTIVE) bukan menjadi akhir dari sebuah proyek, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam mencapai negosiasi Indonesia - Uni Eropa melalui CEPA.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional DPN APINDO, Shinta W. Kamdani pada Kamis (18/12/2014). Bersama dengan Kementerian Perdagangan, Shinta berharap APINDO bisa memberikan dukungan dalam negosiasi selanjutnya.

"Ini adalah awal dari sebuah perjalanan baru bagaimana negosiasi Indonesia-Uni Eropa melalui CEPA dapat berjalan dan diimplementasi. Ketika nantinya kita masuk ke dalam negosiasi, kita akan sangat siap. Perusahaan yang menjadi anggota dan asosiasi juga mendapatkan keuntungan dari sosialisasi ini," ujar Shinta.

Ia menambahkan jika sosialisasi ini menjadikan para anggota perusahaan lebih familiar dengan informasi Indonesia-Uni Eropa terkait CEPA, terutama mengenai dampak dari kerjasama CEPA dan bagaimana kerjasama tersebut memberikan manfaat bagi mereka.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan stakeholder, diantaranya Delegasi Uni Eropa, Mikael Sami sebagai First Secretary/Trade Officer of EU Delegation.

Kerjasama antara Indonesia - EU melalui CEPA, diakui Lead Economist APINDO-EU ACTIVE, Riandy Laksono akan memberikan dampak ekonomi, diantaranya memberikan tambahan 0,1% pertumbuhan ekonomi Indonesia pada jangka pendek serta 1,3% GDP Indonesia pada jangka panjang. Sementara itu, produksi industri ringan juga meningkat sebesar 5% dengan peningkatan surplus perdagangan hingga USD 2 miliar, termasuk meningkatkan upah sekitar 1,5%. Liberalisasi perdagangan dan investasi yang komprehensif juga diperkirakan mampu mengurangi kemiskinan, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif.

Dari perspektif bisnis, kerjasama CEPA dengan Uni Eropa dianggap menjadi saluran yang efektif dalam mengeksplorasi dan menciptakan peluang pasar baru bagi dunia usaha. "CEPA dengan Uni Eropa diperlukan untuk menjaga keunggulan kompetitif Indonesia dari negara ASEAN lainnya. Kita juga akhirnya memiliki kesempatan untuk menegosiasikan relaksasi hambatan non-tariff yang selama ini menyandera potensi optimal perdagangan kita dengan Uni Eropa, " terang Riandy.

Dalam position papernya, APINDO memberikan ulasan serta rekomendasi yang nantinya dapat dimasukkan dalam proyek negosiasi Indonesia - EU CEPA, khususnya mengenai perdagangan barang (tarif dan hambatan non-tarif), perdagangan jasa, investasi, public procurement, Intellectual Property Rightas (IPR) dan Competition Policy, Agriculture Subsidy, serta Cooperation dan Capacity Building.






Jumat, 19 Desember 2014 |